TANJUNG SELOR, BERITAKALTARA.com – Jika tak ada aral melintang, dalam waktu dekat ini Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Tito Karnavian, berencana masuk di Kalimantan Utara (Kaltara). Bahkan, menurut informasi diperoleh dari pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltara, rencana kedatangan petinggi BNPT di Kaltara ini dijadwalkan pada tanggal 26 s/d 27 April 2016 ini.
Kedatangan petinggi BNPT di wilayah provinsi termudah di Indonesia ini, berkaitan dengan radikalisme dan terorisme. Pasalnya, Kaltara sejauh ini merupakan daerah paling rawan yang dijadikan pintu keluar – masuknya pelaku terorisme di negeri ini.
Sekretaris FKPT Kaltara, Agustian, S.PT mengatakan, rencana kedatangan Kepala BNPT dan beberapa petinggi BNPT lainnya ke Kaltara, menindaklanjuti program kerja nasional dimana tahun 2016 ini, sebagian kegiatan BNPT bersama FKPT Kaltara telah dikonsentrasikan di Kaltara. Sebab, Kaltara daerah perbatasan yang nota bene menjadi daerah yang sejak tahun 1996 dijadikan pintu gerbang bagi para pelaku teroris di Indonesia. Mulai dari angkatan Abdurahman Ayyub hingga yang lainnya, bahkan Santoso sekalipun juga pernah masuk di Kaltara tepatnya di Kota Tarakan.
“FKPT merencanakan Kepala BNPT Tito Karnavian, datang di Kaltara untuk bersama-sama melaksanakan program pencegahan radikalisme dan terorisme di Kaltara,” kata Agustian kepada beritakaltara.com, Senin (18/4/2016).
Bicara mengenai peta wilayah Kaltara, pantas memang jika pelaku teroris ini menjadikannya sebagai pintu keluar masuk di wilayah Indonesia. Karena Kaltara memiliki banyak jalur tikus yang jauh dari pengawasan aparat keamanan. Jalur tikus ini, tak hanya jalur darat. Bahkan jalur lautnya pun cukup strategis karena Kaltara masuk poros maritime di wilayah Indonesia Timur. Bisa dibayangkan, maritim Kaltara berbatasan langsung dengan Malaysia, terus Mindanao, Tawi-Tawi, hingga Filipina.
Yang diketahui saat ini, perairan perbatasan Kaltara dengan Mindanao dan Tawi-Tawi cukup rawan. Salah satu buktinya, di daerah itu baru saja terjadi penyanderaan 10 WNI anak buah kapal tagboat pengangkut batu bara dan terakhir penculikan 4 WNI di perairan perbatasan yang sama.
“Karena itu, BNPT di bulan April ini, akan mengkonsentrasikan kegiatan pencegahan terorisme di Kaltara. Daerah yang ditempati pemusatan kegiatan ini yakni Kota Tarakan,” kata Agustian. #Ism
Comments are closed.