BeritaKaltim.Co

Narkoba Semakin Tak Terkendali Pencegahannya Dianggap Lemah

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Peredaran narkoba di Kaltim semakin tak terkendali. Hal ini diakui anggota DPRD Kaltim, Syarifah Masitah Assegaf. Menurutnya peredaran narkoba sangat mengkhawatirkan terlebih cara pencegahan dirasakan masih sangat lemah. Tidak ada langkah-langkah konkrit yang dapat dilakukan guna menghentikan peredaran barang haram tersebut.

”Perlu upaya lebih aktif dari pemerintah daerah maupun instansi terkait dalam menangani peredaran narkotika atau sejenisnya. Karena narkoba berdampak buruk terhadap generasi muda saat ini. Bagaimana mau menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas jika masyarakatnya terlibat di lingkaran narkoba. Untuk itu kita harus mengambil langkah-langkah yang tegas ke depannya,” ucapnya.

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda) yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim tersebut mengatakan jika Bapperda bersama dengan pemerintah daerah sudah memikirkan untuk membuat sebuah produk hukum berupa peraturan daerah (perda) yang nantinya menjadi senjata untuk memerangi narkoba di Kaltim.

“Beberapa waktu lalu Bapperda dan Kesbangpol Kaltim sudah melakukan hearing dan berdiskusi dengan Biro Hukum, Pemprov Bangka Belitung terkait pembuatan perda narkotika. Tentunya diskusi tersebut akan ditindaklanjuti kembali dengan kajian-kajian yang dalam. Saya rasa hal ini sangat penting dalam upaya memerangi bahaya narkoba yang sudah merambah di seluruh kalangan dan lapisan masyarakat,” katanya.

Dalam pandangan politikus asal Partai Golkar tersebut, Kaltim menduduki peringkat kedua setelah ibukota Jakarta dalam peredaran narkotika, dengan penduduk Kaltim yang berjumlah 3,5 juta jiwa pada 2015, 2,52 persennya adalah pemakai narkoba.

“Kita harapkan agar raperda narkoba yang akan diusulkan tersebut bisa secepatnya dibahas dan diterbitkan. Sehingga dengan begitu ada payung hukum sendiri dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sanksi kepada pengedar maupun kepada penggunanya harus lebih tegas, termasuk bagaimana membuat pusat-pusat rehabilitasi,” katanya. 3adv/yud/gg

Comments are closed.