BeritaKaltim.Co

Wakil Bupati Kukar Ghufron Yusuf Resmikan Bank Sampah Di Desa Jembayan Loa Kulu

wakil bupati kukar bank sampahTENGGARONG, BERITAKALTIM.COM- Kehadiran Bank Sampah yang diinisiasi oleh Gerakan Sosial Generasi Sehat (GSGS) Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara,diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan dapat pula diikuti warga lainnya, dalam mengelola sampah dengan baik. Dimana warga dan pengelola Bank Sampah mampu bekerjasama dengan baik, sehingga bisa mengurangi jumlah sampah yang di hasilakan masyarakat, hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara HM. Ghufron Yusuf, dalam sambutanya pada peresmian Bank Sampah Gerakan Sosial Generasi Sehat (27/3/2015).

Wakil Bupati Kukar, HM. Ghufron Yusuf menuturkan, pelaksanaan bank sampah sesungguhnya mengandung potensi ekonomi kerakyatan yang cukup tinggi, karena melalui kegiatan tersebut dapat memberikan hasil nyata bagi masyarakat dalam bentuk peluang kerja, serta penghasilan tambahan bagi masyarakat penabung sampah. Istilah yang tepat menggambarkan manfaat sampah adalah from trash to cash atau sampah menjadi uang.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengapresiasi keberadaan Bank Sampah ini, apalagi merupakan inisiatif langsung dari warga,” ucapnya.

Menurut Ghufron Yusuf, Bank sampah yang berada di Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu, merupakan Bank Sampah yang kedua setelah di Kecamatan Muara Jawa. Namun demikian sampah yang dibuang bisa dihimpun serta dapat didaur ulang, dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat itu sendiri.

“Yang penting adalah kesabaran para pengurusnya, dan kesungguhan para anggotanya. Karena nilai manfaatnya paling tidak mewujudkan lingkungan dan masyarakat yang bersih,” tegasnya.

Ghufron Yusuf juga mengakui, ada dua hal penting yang sering menjadi kendala terkait keberadaan bank sampah, yaitu pengelolaan serta memasarkan hasil pengolahan sampah. Untuk masalah pengolahan sampah terletak pada tingkat kreativitas, seperti melalui workshop pengelohan sampah, browsing di internet atau melihat langsung hasil kreativitas bank-bank sampah yang telah ada. Sedangkan untuk masalah pemasaran bisa dengan program kemitraan atau memanfaatkan program CSR (Coorporate Social Responsibility).

“harapan saya keberadaan bank sampah ini menjadi sumber rezeki bagi warga, khususnya kelompok GSGS Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, tidak hanya segi ekonomi, namun juga dari sisi lingkungan yang bersih, hijau dan sehat,” harapnya.#fai83

Leave A Reply

Your email address will not be published.