BERITAKALTIM.CO-Pesta demokrasi telah usai, sesuai dengan quick count (hitung cepat) sudah diketahui siapa pemenangnya, namun untuk lebih puas, tinggal menunggu real count yang dilakukan KPU (Komisi Pemilihan Umum) mendatang.
Kalau tidak ada perubahan maka keberadaan dan keberlanjutan proyek pembangunan IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara yang ada di Kalimantan Timur, tepatnya di wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, akan semakin jelas, karena Calon Presiden pemenang Pemilu 2024 akan melanjutkan pembangunan IKN dengan segala konsekwensinya.
Yang jelas proyek pembangunan IKN yang memerlukan dana besar dan melibatkan pengusaha-pengusaha kelas kakap yang saat ini masih menunggu siapa pemimpin Indonesia lima tahun mendatang, sudah bisa mengetahui bagaimana kiprah kepemimpinan Indonesia mendatang dan mulai menghitung untung rugi saat berinvestasi di IKN.
Namun yang jelas Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono mengungkapkan target investasi di Nusantara pada 2024 capai Rp100 triliun.
Nilai tersebut termasuk dalam bentuk pembangunan fasilitas publik yang telah dilakukan hingga saat ini, di antaranya empat unit rumah sakit, enam unit hotel, dan empat unit pusat perbelanjaan.
Hal tersebut dikatakan Bambang saat OIKN menggelar Nusantara Fair 2024 pada Jumat di Grand Auditorium Mal Kota Kasablanka, Jakarta.
Bambang pun mengungkapkan saat ini investasi yang sudah masuk sejak 2023 mencapai Rp47,5 triliun, yaitu pihak swasta Rp35,9 triliun dan sisanya dari sektor publik mencapai Rp11,6 triliun.
“Termasuk dengan groundbreaking yang telah dilakukan,” ujar Bambang Susantono.
Nusantara Fair 2024 yang digelar hingga Minggu 2024, menjadi salah satu upaya memperkenalkan IKN lebih dekat kepada masyarakat, sekaligus menarik investor baru untuk membantu meraih target.
Pemilihan pusat perbelanjaan pun dikarenakan ramai sehingga bisa menarik perhatian. Diyakini Bambang Susantono akan banyak pemangku kepentingan mengetahui tentang betapa menguntungkan investasi di IKN.
“Kita juga ingin sosialisasi berkaitan dengan pembangunan IKN,” kata Bambang.
Bambang Susantono pun berharap masyarakat luas bisa ikut berperan menyebarkan pesan tujuan dari pembangunan IKN, yang salah satunya akan mendorong tumbuhnya ekonomi yang merata di seluruh wilayah tanah air.
IKN akan tumbuh sebagai kota yang berkelas dunia dan menjadi pertumbuhan baru khususnya di kawasan tengah dan timur Indonesia.
“Sehingga, esensi dari pembangunan IKN yang menjadi transformasi pembangunan Indonesia sentris di masa depan dapat dipahami oleh khalayak. Transformasi pembangunan Indonesia ke depan yang dapat diwujudkan melalui pembangunan IKN,” ungkap Bambang.
Antusias sektor perbankan juga terlihat pada pembangunan IKN. Salah satunya, PT Bank Mandiri yang dikatakan Bambang dalam waktu dekat juga akan memulai pembangunan konstruksi fisik kantor di wilayah inti di IKN.
“Saya bocorkan Bank Mandiri akan melakukan groundbreaking,” imbuh Bambang.
Menanggapi hal itu, saat yang sama, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan bahwa langkah yang diambil pihaknya sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan IKN. Pihaknya pun saat ini telah menerbitkan E-money bergambar IKN.
Pada akhirnya, jelas Alexandra Askandar, masyarakat dapat mencari informasi yang berkaitan dengan IKN melalui berbagai kanal komunikasi maupun informasi di ruang digital maupun luring.
“Kami membuat E-money versi IKN pun dengan maksud dapat ikut mengenalkan IKN kepada khalayak luas,” kata Alexandra.#
Editor: Hoesin KH