SAMARINDA,BERITAKALTIM.com -Anggota DPRD Kaltim Muharram mengatakan Desa Pegat Bukur Kabupaten Berau tidak memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA). Akibatnya warga menyekolahkan anaknya ke luar daerah.
“Persoalan ini yang selalu dikeluhkan oleh warga ketika saya melakukan reses di sana, konsekuensi dari menyekolahkan di luar desa adalah jarak yang cukup jauh sehingga membutuhkan biaya yang lebih. Kalau mereka yang memiliki rezeki lebih bisa dibekali motor atau sepeda, sedangkan ekonomi menengah kebawah terpaksa harus jalan kaki,”kata Muharram.
Menurutnya, masyarakat melalui kepala desa sudah pernah mengajukan proposal ke instansi pemerintah terkait, tetapi hingga saat ini belum ada realisasinya. Oleh sebab itu mereka meminta agar ada perhatian terhadap apa yang menjadi permasalahan di sana.
Dengan penduduk yang besar Desa Pegat Bukur hanya memiliki dua Sekolah Menengah Pertama (SMP), satu negeri dan satunya swasta. Selebihnya, masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi harus keluar daerah.
Seperti diketahui, Desa Pegat Bukur merupakan salah satu desa yang dikelilingi oleh tambang bahkan salah satunya perusahaan terbesar di Kaltim. Akan tetapi kondisi infrastrukturnya masih memprihatinkan.
“Seharusnya perusahaan setempat mempunyai tanggung jawab sosial kepada masyarakat di sekitarnya. Akan tetapi memang kondisi berbeda digambarkan di salah satu desa tertua di Berau tersebut,”ungkap Muharram.
Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian dari hak dasar masyarakat yang menurut undang-undang bagian dari tanggung jawab penuh dari pemerintah, baik provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.
Pihaknya, meminta baik kepada pemerintah maupun perusahaan agar bisa bersinergi untuk membantu menyediakan sekolah yang menjadi tumpuan bagi perkembangan sumber daya manusia yang kelak menjadi generasi penerus bangsa.
“Membangun sekolah jika perusahaan dengan pemerintah bisa saling bahu membahu maka bukan persoalan sulit untuk dapat mewujudkannya. Hanya tinggal bagaimana keseriusan dari keduanya,” harap politikus asal PKS ini. (adv/bar/oke)
Teks foto: 19muharram
Trending
- Korban kecelakaan kereta api di Bekasi dievakuasi ke RS
- Tabrakan KRL di Bekasi Timur, Kantor SAR kerahkan tim ke lokasi
- BMKG prakirakan hujan lebat guyur sejumlah wilayah Indonesia
- Massa Aksi Kembali Padati Kantor Gubernur Kaltim, Lanjutkan Penyampaian Tuntutan
- Ribuan Massa Aksi Padati Teras Samarinda, Bergerak ke Kantor Gubernur Kaltim
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Temui Massa, Hasanuddin Mas’ud di Luar Kota
- Muhammad Barkati Imbau Massa Aksi Jaga Kondusivitas dan Hindari Provokasi
- Ribuan Massa Ormas Padati DPRD Kaltim, Tuntut Hentikan Praktik KKN
- Polda Kaltim Bongkar 11 Kasus Penyelewengan BBM Subsidi, 12 Tersangka Diamankan
- BMKG: Gempa Pulau Batang Dua-Ternate akibat deformasi kerak bumi
Desa Pegat Bukur Butuh SMA
Prev Post
Next Post