BeritaKaltim.Co

Ryamizard Ryacudu Pastikan Warga Perbatasan Aman

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ketika disamput jajaran Pemprov KaltaraSEBATIK, BERITAKALTARA.com– Untuk meningkatkan kesejahteraan di wilayah perbatasan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan terus memantau perkembangan di perbatasan negara dengan pendekatan keamanan. Menurutnya, salah satu upaya mewujudkan kesejahteraan adalah masyarakat harus merasa aman terlebih dahulu.

“Bagaimana mau sejahtera kalau wilayahnya tidak aman,” kata mantan KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) itu, saat mengunjungi
Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Lebih lanjut dia mengatakan, indikator lainnya adalah membuat jalan yang sejajar dengan perbatasan. Pihaknya telah melakukan proses pembangunan tersebut di sepanjang Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara.

“Nah ini juga sedang kami upayakan agar masyarakat perbatasan semakin sejahtera,” tambah dia.

Disinggung persoalan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), dia menegaskan jika proses tersebut sudah di Pemerintah Pusat. Dia meminta, agar masyarakat bersabar lantaran prosesnya membutuhkan waktu lama.

“Paling tidak 2 atau 3 tahun mendatang DOB akan segera terbentuk,” sebutnya.

Sedangkan untuk pembangunan sarana komunikasi, kata dia , akan dilakukan secara bertahap. Dalam waktu yang tidak lama, Televisi dan Radio Republik harus sudah masuk ke wilayah perbatasan.

Menurutnya, untuk menjaga kedaulatan negara, masyarakat Indoensia jangan sampai terpengaruh dengan siaran televisi dari negara tetangga. Ini dapat berakibat terpengaruhnya masyarakat Indonesia dengan negara tetangga.

“Dalam waktu dekat siaran televisi Indonesia akan terpasang di wilayah perbatasan,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) beberapa waktu lalu telah menanda tangani Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan menara telekomunikasi dan informasi di wilayah perbatasan.

“Ini merupakan komitmen pemerintah dalam membangun Indonesia dari pinggiran. Karena pinggiran maupun perbatasan adalah beranda terdepan kedaulatan Negara Republik Indonesia (NKRI),” tuntasnya mengakhiri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Kaltara, Ahmad Haerani membeberkan, pembangunan menara telekomunikasi tersebut dilakukan melalui kerjasama tiga provinsi, masing-masing Kalbar, Kaltim, dan Kaltara dengan tiga provider telekomunikasi nasional, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Ini adalah hasil rapat dengan beberapa provider di Tarakan baru-baru ini. Sebetulnya ada 72 menara telekomunikasi yang mau dibangun di perbatasan di tiga provinsi. Tetapi belakangan disepakati juga akan dibangun di Malinau 16 menara,” ungkapnya. #adver/humasprov

Comments are closed.