BeritaKaltim.Co

Pulau yang Belum Diberi Nama Diinventarisir Pemprov Kaltara

zainuddin-ok-webTANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.com– Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), H Zainuddin HZ mengapresiasi atas digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Validasi Rupabumi Unsur Alami, Rabu (10/6/2015).

Zainuddin menilai, Bimtek tersebut merupakan langkah yang baik karena dapat membantu para aparatur negara untuk menata letak wilayah bagi pulau yang belum memiliki nama. Selain itu, lanjut dia, ini juga sebagai rencana dan program di bidang pemetaan rupabumi skala kecil dan menengah, pemetaan rupabumi skala besar, dan toponim.

Dalam kesempatan tersebut dia mengungkapkan, untuk melakukan penataan nama wilayah melalui validasi nama rupa bumi, menjadi sangat penting, strategis dan fundamental dalam sejarah ketatanegaraan di Kaltara.

“Validasi rupabumi merupakan langkah strategis, mengingat nama rupabumi merupakan suatu titik akses langsung dan intuitif terhadap sumber informasi lain,” kata Zainuddin.

Dia berharap, peserta dapat mengikuti Bimtek tersebut dengan sebaik-baiknya. Bahkan, upaya pengembangan juga perlu diketahui. Oleh karena itu, unsur tersebut perlu dibakukan sebagai bahan evaluasi. “Untuk menginventarisir nama rupabumi di seluruh wilayah untuk kepentingan pembangunan nasional,” ungkapnya.

Meski beberapa kabupaten/kota sudah ada yang melakukan langkah tersebut. Namun, dia tetap mengimbau kepada jajaran terkait agar menyampaikan data supaya Pemprov Kaltara dapat mengambil langkah strategis.

“Kabupaten/kota agar menyam-paikan data-datanya, serta memberikan informasi mengenai rupabumi,” lanjutnya.

Diungkapkan, rupa bumi merupakan bagian rupa bumi yang dapat dikenal identitasnya sebagai unsur alam dan unsur buatan manusia, misalnya sungai, pulau, gunung, laut, desa, perumahan, jalan dan lainnya. Sedangkan nama rupabumi adalah nama yang diberikan pada unsur rupabumi.

“Disamping juga, sebagai upaya melakukan tertib administrasi wilayah pemerintahan, kenyama-nan dan ketertiban sosial, mem-bangun karakter bangsa, melesta-rikan warisan budaya dan mem-bangun jatidiri bangsa,” urainya.

Dijelaskan, upaya standarisasi toponimi atau nama rupa bumi di Indonesia terus dilakukan, termasuk di Kaltim oleh Tim Pembakuan Nama Rupabumi (TPNR). Status saat ini, dari 17.504 pulau di Indonesia, TPNR telah berhasil membakukan 13.466 pulau. Selain itu, sudah dibakukan gasetir untuk 34 provinsi, 377 kabupaten, 97 kota dan 6.458 kecamatan. #adver/hmsprov

Comments are closed.