BeritaKaltim.Co

Penderita Stroke Menjadi Kurang Bijaksana

strokeOrang-orang yang pernah terserang stroke seperti saya tentu bisa merasakan efek apa yang terjadi setelah lolos dari maut.Efek serangan stroke bisa merubah secara fisik dan psikologi, tidak saja bagi penderita, namun juga bagi orang-orang disekitar penderita seperti keluarga, teman dekat dan kawan-kawanya.

Itulah yang kami perlukan seseorang yang ahli dalam Psikologi Klinis untuk memberikan informasi dan dukungan kepada penderita, keluarganya dan tim terapisnya tentang psikologi pasca stroke.

`Secara luas, termasuk efek-efek kognitive dan emosi.Dampak dari kedua hal ini sangat bermanfaat dan tidak bisa dipisahkan dari rangkaian terapi

Kemampuan Koknitif menggambarkan serangkaian kemampuan yang dimiliki oleh otak, seperti memori, bahasa, persepsi, perhatian, beralasan dan membuat keputuan.

Hal-hal seperti kesulitan menggerakkan tangan/kaki atau kelumpuhan parsial bisa lebih memperparah kondisi kemampuan kognitifnya. Kes ulitan seperti ini pada pasca stroke akan terlihat seakan ada perobahan personalitasnya.

Beberapa contoh dibawah ini dapat menjelaskan contoh-contoh kesulitan kognitifyang dicerminkan didalam perilaku seorang pasca Stroke dalam berintrraksi dengan orang lain :

Kesulitan untuk mengingat informasi-informasi baru yang bisa membingungkan, bahkan ada yang kesulitan untuk mengingat kawan2 dan kerabatnya yang telah ditemui.

Menjadi kurang bijaksana dari sebelumnya.

Berkurangnya kemampuan untuk berbuat apa yang diinginkan, misalnya ingin mencuci namun tidak bisa memulainya.Menjadi stuck pada pembicaraannya walaupun telah berganti topic.

Seperti tidak terhubung dengan subyek dan tidak memperhatikan orang lain yang sedang bicara. Kurang aware atas kemampuan fisik yang hilang. Misal seakan merasa masih bisa berjalan normal, padahal tidak bisa.

Banyak orang yang merasa kalut setelah terserang stroke, dan sangat penting bagi anggota keluarga dekatnya mengetahui perubahan ini. Sangat mungkin ini membingungkan dirinya dan keluarganya kenapa hal ini terjadi. Menjadi penting bagi keluarganya untuk mmberikan bantuan tentang kebingungan ini.

Kesulitan Kognitif tentunya menjadi kendala tersendiri pada fase rehabilitasinya. Kepekaan Tim Rehabilitasi sudah seyogyanya memberikan pengetahuan pada pasien pasca stroke dan keluarganya, bahwa hal ini akan terjadi.

Bila tanda-tanda ini terdeteksi, segera di refer ke Psikolog untuk dilakukan formal assessment yang lebih jauh atas kemampuan IPS, yang akhirnya bisa digunakan untuk mengurangi dampak yang tidak diinginkan pada fase-fase rehabilitasi nantinya.

Emosi

Efek yang terjadi pada kemampuan kognitif bisa menambah kesulitan bagi dirinya untuk mengontrol emosinya. Hal ini akan mempersulit mengatur/menjaga emosinya pada keadaan marah, frustasi dan kesedihan.

Perasaan seperti itu biasanya terjadi setelah orang terserang stroke. Dan ini membuat orang merasa stress tertekan tentang hal yang terjadi pada dirinya. Bagi orang yang ada pada waktu distress, tekanan mental yangtinggi akan banyak menyulitkan rehabilitasinya.

Banyak pandangan bagi orang lain yang berbeda-beda. Artinya distress yangsama dapat memberikan dampak lain bagi orang yang berbeda.Seorang ahli psikologi akan mampu membrikan pertanyaan berbeda untuk menggali seberapa jauh tekanan mental yang dihadapi. #
———————————————

Editor: Intoniswan
Sumber: Windo Hernowo, Penderita Stroke

Comments are closed.