BeritaKaltim.Co

Hadiri HUT Sekolah Katolik, Minta Sukseskan HBS

SEMANGAT PERSAUDARAAN. Wawali Nusyirwan Ismail (tengah) dan Sekretaris Disdik Isfiani (paling kiri) bersama pastor dan para suster yang menjadi pengelola sekolah Fransiskus Assisi.
SEMANGAT PERSAUDARAAN. Wawali Nusyirwan Ismail (tengah) dan Sekretaris Disdik Isfiani (paling kiri) bersama pastor dan para suster yang menjadi pengelola sekolah Fransiskus Assisi.

SAMARINDA.BERITAKALTIM.COM – Wakil Wali (Wawali) Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail banyak memberikan pesan moril kepada para guru dan siswa saat menghadiri acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) sekolah Katolik Santo Fransiskus Assisi di Jalan Belatuk, Sungai Pinang, Sabtu (3/9/2015) lalu.

Terutama menyangkut masalah narkoba yang kini sudah menjadi penyakit kronis negara. Bahkan kini sudah menjadi ancaman serius bagi para remaja yang menjadi masa depan penerus tongkat kepemimpinan bangsa. Untuk itu, ia mengajak agar bisa menjauhi penyakit tersebut demi menyongsong masa depan yang lebih cemerlang. “Narkoba no, prestasi yes, Assisi oke,” begitu pekikan yel-yel yang diajarkan Wawali untuk para siswa di sana.
Meski begitu, di sisi lain Nusyirwan mengakui jika sekolah yang diasuh para biarawati itu selama ini sudah banyak mengedepankan prestasi. Termasuk setiap tahun nilai hasil Ujian Nasional (UN). Dengan begitu, ia berharap dari sekolah itu bisa tercipta para alumnus yang bisa melengkapi daya saing global kedepan. Bahkan Wawali yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kaltim itu mengaku selama ini membangun komunikasi yang cukup baik dengan umat Katolik di kota ini. Termasuk dengan para gurunya dahulu yang berlatar belakang Katolik. Bahkan saat menjabat juga, Wawali mengaku hampir sering menghadiri setiap acara keagamaan Kristen seperti Natal bersama dan lain sebagainya.
“Saat Open House Lebaran juga saya lihat banyak sekali suster-suster dan biarawan-biarawati lain yang datang bersilaturahmi baik dengan kami maupun di rumah jabatan Wali Kota. Inilah hubungan persaudaraan sejati yang sesungguhnya,” kata Wawali.
Wawali yang didampingi Asisten III HM Ridwan Tassa dan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Isfiani itu meminta agar semua lembaga pendidikan terus mengedepankan kualitas, mengingat pendidikan di Indonesia belum menggembirakan dibanding negara lain. Bahkan ia menyebut tingkat kecerdasan manusia hanya 20 persen yang merupakan hardskill. Sedangkan 80 persen lainnya merupakan softskill.
“Kami juga mengajak para guru dan siswa untuk bisa ikut menyukseskan program HBS (Hijau Bersih dan Sehat, Red) yang dicanangkan Pemkot Samarinda. Salah satu yang paling nyata adalah dengan mengembangkan Adiwiyata (sekolah berwawasan lingkungan, Red),” ungkapnya.
Di bagian akhir, Wawali menyampaikan permohonan maaf bersama Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang yang akan mengakhiri masa jabatan 23 November mendatang. Terutama bila selama lima tahun memimpin, ada kesalahan tutur kata dan tindakan serta kemungkinan janji yang belum bisa terpenuhi.
“Yang pasti 9 Desember nanti kita akan melakukan pemilihan Wali Kota dan Wawali yang baru. Sebagai warga negara yang baik, kita juga harus bisa ikut ambil bagian dalam pemilihan. Terutama guru-guru dan para siswa pemilih pemula. Soal pilihan, itu sesuai suara hati masing-masing. Yang jelas, kami yakin masyarakat pasti bisa punya penilaian obyektif selama ini,” tukasnya.
Sementara Ketua Panitia, Martinus Mulyadi melaporkan perayaan HUT tersebut berlaku untuk empat jenjang sekolah. Di antaranya HUT ke-22 untuk TK, HUT ke-12 SD, HUT ke-15 SMP, serta HUT ke-9 SMA. Sebelum acara puncak, mereka telah melaksanakan berbagai kegiataan lomba antar siswa dan penilaian terhadap para guru yang dianggap berprestasi. #hms6

Comments are closed.