SAMARINDA. BERITAKALTIM.COM – Cuaca buruk dan curah hujan tinggi membuat sejumlah warga Kota Tepiandihantui banjir. Khususnya bagi mereka yang tinggal di kawasan langganan banjir. Jika kondisi hujan berkepanjangan, dapat dipastikan, sejumlah rumah akan terendam banjir. Antisipasi efek cuaca buruk, Anggota DPRD Kaltim, Siti Qomariah, meminta kepala daerah untuk segera mencarikan solusi tepat atasi banjir. Apalagi kondisi genangan air telah merendam sejumlah fasilitas umum seperti sekolahan.
“Ini akan menghambat proses belajar siswa.Belum lagi jika genangan air yang cukup tinggi, tentu akan membahayakan para murid khususnya anak SD,” ucapnya.
Oleh sebab itu, kepala daerah, harus berani mengambil langkah tegas mengatasi masalah banjir. “Ini bukan persoalan baru, harusnya sudah ada solusi masalah ini. Masyarakat sudah jenuh menunggu penanganan masalah banjir,” sindir Qomay, sapaan akrabnya.
Kritikan juga disampaikan kepada masyarakat yang dianggapnya tidak peduli terhadap lingkungan. Menurut dia, masih banyak masyarakat melakukan tindakan tidak baik sebagai salah satu penyebab banjir.
“Kesadaran akan membuang sampah dari kebanyakan orang masih kurang. Buktinya, daerah aliran sungai seperti Sungai Karang Mumus masih menjadi tempat favorit untuk buang sampah.Akibatnya ya bisa dirasakan sendiri seperti saat ini. Banjir terjadi dimana-mana,” bebernya.
Untuk itu, dirinya meminta baik kepada pemerintah maupun masyarakat untuk saling kerja sama mengatasi persoalan banjir. “Pemerintah yang sudah berusaha meminimalisir banjir, jangan lagi kita membuatnya sia-sia dengan membuang sampah sembarangan,” ucap politikus PAN ini.
Tak kalah penting lanjut dia, kepada orangtua agar lebih menjaga anaknya yang sering bermain dengan banjir.
“Khusus daerah Sempaja, dengan kondisi tingginya genangan air dan arus yang cukup deras. Akan sangat bahaya bagi anak-anak yang berenang tiba-tiba terbawa arus. Ini yang harus dihindari, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” pinta Qomay. #adv/akb/gg
Comments are closed.