Pertamina Hulu Mahakam Raih PROPER Hijau dari Kementerian LHK

oleh
RAIH PROPER HIJAU – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr Siti Nurbaya menyerahkan piala PROPER Hijau kepada General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, John Anis, di Jakarta, Kamis (27/12) malam. PROPER Hijau itu diraih oleh dua lapangan minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Mahakam yang dioperatori oleh PHM. PROPER adalah mekanisme evaluasi terhadap kinerja ketaatan pelaku usaha pada pengelolaan lingkungan hidup.

BALIKPAPAN, beritakaltim.co- Menutup tahun 2018, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator di Wilayah Kerja Mahakam dengan dukungan SKK Migas, meraih dua PROPER Hijau untuk Lapangan South Processing Unit (SPU) dan Lapangan Bekapai, Senipah, Peciko dan South Mahakam (BSP) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Penghargaan ‘Proper Hijau” itu melengkapi sejumlah sertifikasi penting lainnya yang diraih PHM selama beroperasi pada tahun 2018. Seperti diketahui perusahaan yang sebelumnya bernama Total EP Indonesia ini setidaknya meraih tiga penghargaan, yakni: (1) sertifikat International Sustainability Rating System edisi 8 (ISRS 8) level 8 yang dikeluarkan oleh konsultan internasional DNV GL setelah menjalani full assessment pada Oktober 2018; (2) sertifikasi ISO14001:2015 (untuk sistem manajemen pengelolaan lingkungan) pada bulan Juli 2018 untuk 6 fasilitas produksi dan well construction; serta, (3) sertifikasi ISO22301:2012 (sistem manajemen kelangsungan bisnis) pada bulan Februari 2018.

Tentang penghargaan keempat berupa “Proper Hijau” diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Siti Nurbaya Bakar kepada Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (induk perusahaan PHM) Bambang Manumayoso dan General Manager PHM John Anis pada Acara Malam Anugerah Lingkungan PROPER tahun 2018 di Hotel Bidakara, Kamis, 27 Desember 2018.

PROPER adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan. Progeam ini merupakan sebuah evaluasi kinerja ketaatan berskala nasional terhadap pelaku usaha dari berbagai sektor yang memiliki skala kegiatan dengan potensi dampak signifikan terhadap lingkungan hidup, melalui mekanisme pembinaan dan pengawasan pengelolaan lingkungan hidup.

Peringkat Hijau PROPER merupakan penghargaan kepada pelaku usaha yang dinilai memiliki kinerja melebihi ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan nasional yang berlaku di bidang lingkungan hidup. Dalam penilaian Peringkat Hijau, pelaku usaha didorong untuk menerapkan program ekonomi hijau dalam sistem manajemen lingkungan dan pemanfaatan sumber daya melalui upaya efisiensi energi, pengurangan emisi gas rumah kaca dan konvensional, konservasi air, penurunan beban pencemaran air dari air limbah, pengurangan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) dan penerapan prinsip-prinsip 3R (Reuse, Reduce & Recycle) sampah domestik serta perlindungan keanekaragaman hayati.

Selain itu, industri juga didorong untuk memajukan kondisi sosial-ekonomi masyarakat melalui penerapan berbagai program yang mencakup aspek: pemberian bantuan (charity), infrastruktur, pembangunan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat.

RAIH PROPER HIJAU – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr Siti Nurbaya menyerahkan piala PROPER Hijau kepada Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (selaku induk perusahaan PT Pertamina Hulu Mahakam/PHM), Bambang Manumayoso, di Jakarta, Kamis (27/12) malam. PROPER Hijau itu diraih oleh dua lapangan minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Mahakam yang dioperatori oleh PHM. PROPER adalah mekanisme evaluasi terhadap kinerja ketaatan pelaku usaha pada pengelolaan lingkungan hidup.

Kinerja kumulatif lapangan-lapangan operasional di WK Mahakam (BSP, HCA, NPU, SPU) dalam kurun waktu Januari 2017 hingga Juni 2018, telah menghasilkan upaya efisiensi energi sebesar 8.125.944 Gigajoule, penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 366.505 Ton CO2 eq, konservasi air sebesar 63.414 meter kubik, penurunan beban pencemaran air dari air limbah sebesar 4.064 ton, pengurangan limbah B3 sebesar 8.028 Ton, 3R sampah domestik sebesar 195 ton, perlindungan keanekaragaman hayati dicapai melalui pemantauan penanaman vegetasi mangrove sebesar 336.243 tegakan mangrove, serta dana pemberdayaan masyarakat yang mencapai Rp 18,2 miliar.

PROPER diharapkan oleh KLHK dapat menjadi salah satu penggerak pencapaian target Sustainable Development Goals (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Menurut Peraturan Presiden RI No. 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dimaksudkan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pada tahun 2017 hingga 2018, terdapat 90% program-program ekonomi hijau dan pemberdayaan masyarakat yang dicanangkan oleh lapangan-lapangan operasional PHM telah mendukung pencapaian beberapa target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. #pr