BALIKPAPAN, beritakaltim.co- Pantai Manggar menjadi andalan pendapatan asli daerah sektor Pariwisata Kota Balikpapan. Per bulan Januari 2020 saja, sudah menembus pendapatan Rp 400 juta.
Kabar gembira itu disampaikan Sekretaris Disporabupar Kota Balikpapan, Irfan Taufik, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Selasa (7/1/2020). Dia optimistis, jika tidak ada permasalah serius, pendapatan sektor pariwisata bisa melampaui targer Rp4,2 miliar.
Permasalahan serius dimaksudkannya, seperti yang terjadi pada tahun 2019 lalu. Di mana terjadi bencana tsunami di beberapa daerah, yang berpengaruh juga terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke lokasi wisata tepi laut seperti di Pantai Manggar Balikpapan. Karena isu tsunami, diakui Irfan Taufik, membuat target pendapatan pariwisata tidak memenuhi target. Yakni dari rencana Rp3,8 miliar hanya mampu mendapatkan Rp3,4 miliar.
Mendapat masukan dari pemerintah, Komisi II DPRD Balikpapan mengatakan, sebaiknya Disporapar Kota Balikpapan tidak hanya bertumpu dengan pantai Manggar. Meski diakui pantai itu telah menjadi lumbung PAD kota Beriman, tapi masih banyak lokasi wisata lain di kota itu yang juga bagus mendatangkan wisatawan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Mieke Henny mendorong, agar dilakukan inventarisir potensi pariwisata lainnya di kota itu.
“Kami selaku mitra kerja pemerintah pada disporapar untuk mendata inventarisir potensi pariwisata, jangan hanya terfokus pada Pantai Manggar,” ujar Mieke Henny.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Balikpapan saat ini membangun Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera). Kawasan baru itu juga diproyeksikan menjadi kawasan tujuan warga pencari makan, sehingga menambah pendapatan retribusi. #
Wartawan : Yudha
Comments are closed.