BERITAKALTIM.CO- Aktivitas tambang ilegal masih marak terjadi di wilayah pinggiran kota Samarinda serta beberapa wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara. Aktivitas tersebut selain merugikan negara juga sangat menggangu aktivitas masyarakat umum.
Salah satu lokasi tambang ilegal yang membuat masyarakat tercengang, yakni di Jalan Pangeran Suryanata RT 17, Kelurahan Bukit Pinang Kecamatan Samarinda Ulu. Tepatnya di belakang eks terminal Dishub.
Warga yang tinggal di Jalan Pangeran Suryanata merasakan langsung dampak dari aktivitas tambang ilegal tersebut, selain membuat kebisingan, kerusakan tanaman juga beberapa ekor ayam warga hilang.
“Setalah ditutup jalan di samping kiri terminal, eh mereka membuat jalan baru di samping kanan terminal. Padahal sudah dihimbau untuk tidak boleh lewat,” ungkap Ibu yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut saat beritakaltim mengunjungi lokasi tersebut, Rabu (3/2/2021).
Untuk menutupi kegiatan ilegal tersebut, pihak penambang cenderung beroperasi pada sore dan malam hari.
“Biasanya sore ada beberapa hari lalu ada sekitar 3 sampai 4 mobil lewat dan ada juga alat berat yang masuk sini. Cuma yang jadi masalahnya, ayamku banyak yang hilang semenjak orang-orang itu (penambang) ke sini,” lanjutnya.
Menurut masyarakat di sana, orang-orang yang menambang baik supir truk maupun yang kerja bukan orang yang tinggal di RT 17.
“Biasanya rumah saya gak banjir tapi sekarang banjir sampai ayam-ayam saya tidur di atas pohon. Gak kenal Mas, yang jelas bukan orang sini, ” pungkasnya. #
Wartawan: Heriman
Comments are closed.