BeritaKaltim.Co

Jokowi Bahas Ibu Kota Negara Bersama Partai Koalisi di Istana

BERITAKALTIM.CO- Presiden Joko Widodo bertemu dengan dengan 6 partai koalisi ditambah dengan Partai Amanat Nasional (PAN) di Istana Kepresidenan, Rabu (25/8/2021). Salah satu topik yang dibahas adalah pemindahan Ibu Kota Negara.

Lima topik yang dibahas, seperti diterangkan oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate, selain pemindahan ibu kota negara adalah masalah penanganan pandemi Covid-19, perekonomian nasional, strategi ekonomi dan bisnis negara serta otonomi daerah.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo dalam dua hari terakhir mulai membicarakan kembali rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang letaknya antara Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Selasa (24/8/2021) Presiden Jokowi berkunjung ke Kaltim dan menyempatkan diri singgah di titik rencana sodetan jalan tol menuju kawasan ibu Kota Negara.

Letak sodetan itu di ruas jalan tol Samarinda – Balikpapan. Dari jalan tol tersebut direncanakan dibangun jalan tol lagi menuju ibu kota yang baru.

“Kita melihat lebih detil lagi, karena untuk membangun ibu kota baru yang lebih penting adalah infrastruktur menuju ke sana dulu. Untuk nanti membawa logistik. Sehingga tadi saya diskusi dengan Pak Menhan dan Pak Menteri PUPR, untuk melihat secara detil, di mana kelak bandara dan pelabuhan,” ujar Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di titik lokasi sodetan jalan tol Samarinda-Balikpapan.

Mengenai rencana pemindahan Ibu Kota Negara semula bergaung sudah dimulai pembangunannya pada tahun 2021. Namun, lantaran terjadi pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 yang membutuhkan konsentrasi pemulihan dan anggaran, pembangunan itu tertunda namun terus dimatangkan rencananya. Saat ini DPR sudah menanti-nantikan draf usul undang-undang IKN diusulkan oleh pemerintah.

Apakah pertemuan di Istana Kepresidenan membahas soal undang-undang tersebut? Johnny G Plate tidak menjelaskan. Sebab, seperti diketahui untuk menggolkan undang-undang IKN, dibutuhkan dukungan semua partai koalisi, terutama dari kader-kader partai koalisi yang ada di DPR RI.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, pertemuan Presideen Jokowi dengan pimpinan parpol mulai pukul 15.00 WIB. Hadir di Istana Kepresidenan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri didampingi Sekjen PDI-P Hasto Kristiantol, Ketua umum Nasdem Surya Paloh didampingi Sekjen Nasdem Bapak Johnny G Plate, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

Kemudian Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto didampingi Sekjen Golkar Lodewijck Paulus. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar didampingi Sekjen PKB Hasanuddin Wahid dan Ketua Umum PPP Bapak Suharso Monoarfa didampingi Sekjen PPP Arwani Thomafi.

“Dan yang ketujuh sahabat baru koalisi Ketua Umum PAN Bapak Zulkifli Hasan dan Sekjen PAN Bapak Eddy Soeparno,” ujar Johnny.

Johnny menyebut PAN sebagai kawan baru partai koalisi. Kehadiran Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pertemuan bersama Presiden Joko Widodo dan pimpinan partai koalisi adalah atas undangan presiden. Menurut Johnny, semua pimpinan partai koalisi menyambut baik kehadiran PAN.

“Yang mengundang adalah Bapak Presiden. Dan semua pimpinan partai koalisi menyambut baik kehadiran PAN melalui ketua umum (ketum) dan sekjen,” ujar Johnny.

” Tentu kita berharap ya dengan PAN bergabung maka semakin banyak dan semakin beragam gagasan untuk bernegara dan sumbangsih yang positif dan kontributif bagi jalannya pemerintahan dan legislasi politik lebih cepat, lebih cair, tapi lebih berkualitas,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Johnny mengatakan tidak membicarakan perihal reshuffle atau perombakan kabinet. “Topiknya bukan topik reshuffle kabinet. Topiknya bukan pembahasan pelebaran koalisi atau tambahan anggota atau sahabat baru dalam koalisi. Topiknya adalah lima topik yang disampaikan tadi,” ujar Johnny. #

Wartawan: charle

Comments are closed.