BERITAKALTIM.CO- Mengelola 18 kecamatan dengan luas wilayah 27.263,10 Km² dan luas perairan sekitar 4.097 Km², Bupati Kutai Kartanegara mengakui masih banyaknya warganya belum terlayani jaringan air bersih dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Untuk itu, pemerintahan yang dipimpinnya bersama wakil bupati Rendi Solihin berupaya melakukan inovasi.
Hal itu dikemukakan Bupati Kukar Edi Damansyah saat berada di Studio Pro 1 RRI (Radio Republik Indonesia) Samarinda, Senin (15/11/2021). Bupati menyampaikan dalam acara Dialog Interaktif selama 1 jam mengupas visi dan misi Bupati yang telah dideklarasikan bernama Kukar IDAMAN (Inovasi, Berdaya Saing dan Mandiri).
Dengan penduduk sekitar 750 ribu jiwa dengan sebaran pemukiman yang begitu luas, tidak seluruhnya mampu dijangkau jaringan pipa untuk menyalurkan air bersih PDAM. Pemkab kemudian mencetuskan tagline “Betulungan Kita Bisa”, yang intinya mengajak semua pihak, terutama sektor usaha swasta untuk menyediakan air bersih untuk desa-desa sekitar tempat usaha.
“Program ini sudah berjalan di Kutai Kartanegara. Hanya saja memang belum bisa menyelesaikan masalah secara keseluruhan. Kami menetapkan dalam kebijakan Kukar Idaman adalah air bersih desa. Air bersih desa itu juga akan kami lakukan dengan beberapa pendekatan,” katanya.
Program “Air Bersih Desa” dijalankan Pemkab Kukar dengan menggandeng Politeknik Negeri Samarinda. Salah satunya di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. Polanya, pembangunan instalasi air sederhana, sehingga bisa digunakan dengan mudah oleh masyarakat setempat.
“Kalau stakeholders ini sudah menjadi satu, maka kekuatan ini akan lebih kuat, mempunyai daya ungkit yang lebih kuat, sehingga kalau semangatnya kebersamaan dan gotong royong sebagaimana tagline yang kami tetapkan di Kutai Kartanegara, Betulungan Etam Bisa, tidak ada persoalan yang tidak bisa kita selesaikan,” kata Bupati.
Selain air bersih. Program Kukar Idaman juga menyasar ketersediaan listrik sampai ke desa-desa. Masalah hak-hak dasar ini, menurut Bupati, masuk dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kukar yang semestinya sudah selesai di daerah itu karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. #
Wartawan: hardin | ADV
Comments are closed.