BERITAKALTIM.CO – Petani salak Karang Joang mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Hampir dua tahun ini tidak pernah mendapatkan pupuk subsidi. Dan untuk saat ini harga pupuk terbilang mahal.
Keluhan ini disampaikan petani salak yang berada dikawasan Kilometer 21 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara (Balut) Amiruddin.
“Untuk pupuk subsidi sendiri, sudah 2 tahun ini kami tidak dapat dari Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan, sehingga petani harus beli pupuk non subsidi dengan harga yang cukup mahal sekitar Rp 700 – 1 juta lebih,” ucap Amiruddin kepada awak media, Jumat (23/6/2023).
Salah satu persyaratan mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah, yakni petani harus memiliki tanaman berjenis holtikultura. Sedangkan daerahnya itu semua hanya perkebunan.
“Itulah alasan yang disampaikan dinas pertanian, karena tidak ada tanaman holtikulturanya. Itu saja,” jelasnya.
Diakui, bahwa dirinya sudah sering mengusulkan agar perkebunan di Balikpapan juga mendapat bantuan dari pemerintah. Namun sampai saat ini tidak ada bantuan yang diberikan.
“Petani disini selalu mempertanyakan itu, bahkan sebelumnya sempat diberikan kartu tani, tetapi tidak juga dapat pupuk,” imbuhnya.
Dirinya memaparkan, bahwa sebelumnya petani sekitar juga pernah mendapat bantuan dari pemerintah seperti rotary, traktor tangan dan embun air.
Ia mengaku kecewa dengan janji pemerintah untuk memberikan bantuan kepada petani, tetapi nyatanya sampai sekarang tidak ada, padahal dinas pertanian berjanji akan diberikan diawal tahun 2021, tetapi tidak ada juga.
“Baru-baru ini lagi, ada pengajuan pupuk cair, sampai sekarang belum ada juga dikasih,” tutupnya. #
Reporter: Thina | Editor: Wong