BeritaKaltim.Co

Kandang Buaya Riska Selain Obyek Wisata, Juga Sarana Sosialisasi dan Edukasi

BERITAKALTIM.CO-Dengan rampungnya pembangunan kandang penampungan buaya Riska, nantinya dapat pula digunakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, sebagai sarana untuk sosialisasi dan edukasi tentang konservasi Buaya Muara.

Hal ini penting dalam rangka menyebarluaskan informasi tentang mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar, yang saat ini sering terjadi di daerah Bontang dan sekitarnya.

Penegasan itu dikemukakan Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Masata (Masyarakat Sadar Wisata) Kota Bontang Eko Satrya, melalui rilis yang dikirimkan, Rabu (17/1/2024).

“Dengan demikian masyarakat mendapatkan informasi mengenai penyebab terjadinya konflik, langkah-langkah penanganan dan upaya pencegahan termasuk prilaku satwa buaya muara itu sendiri,” kata Eko Satrya.

Selain itu juga, lanjut Eko Satrya, BKSDA Kaltim dapat memaparkan proses upaya penanganan yang dilakukan oleh BKSDA Kaltim, bersama pihak-pihak terkait sejak terjadinya konflik manusia dengan buaya muara di sungai Guntung, dan beberapa kali kemunculan buaya muara di area pemukiman warga.

Di kawasan ini pula bisa dimanfaatkan BKSDA Kaltim untuk Posko Information Center guna meluruskan dan mengklarifikasi terkadang ada beberapa informasi HOAX yang beredar di masyarakat.

“Seperti adanya warga terluka dan informasi kemunculan satwa buaya di pemukiman warga, dan dilakukan verifikasi dahulu untuk memastikan informasi itu negatif atau tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan satwa buaya,” ujar Eko Satrya

Nantinya, BKSDA Kaltim bersama MASATA Kota Bontang dan instansi lainnya dapat membentuk Tim Trauma Healing bagi korban gigitan buaya, atau keluarga yang ada anggota keluarganya menjadi korban, dengan kunjungan kepada korban atau keluarganya.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan perhatian dan dukungan serta pemulihan psikologis terhadap korban setelah mengalami kejadian traumatis.

“Tim juga akan melakukan pengecekan kesehatan terhadap korban tersebut untuk mengetahui apakah korban memerlukan tindakan medis lebih lanjut dan memberikan obat-obatan, sehingga dapat membantu memulihkan trauma yang dialami oleh korban atau keluarga korban,” jelas Eko Satrya.

Di sisi lain, Kandang Buaya Riska juga sebagai tempat Information Center Buaya, maka tempat ini juga bisa melakukan survey wilayah-wilayah yang teridentifikasi terdapat buaya muara sebagai mitigasi, untuk melakukan langkah-langkah seperti memberikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat untuk menghindari aliran sungai/wilayah pesisir yang terindifikasi buaya muara, serta membuat himbauan dalam bentuk spanduk besar di tempat strategis yang mudah dilihat dan dibaca masyarakat.

Bila diperlukan terkait upaya untuk melakukan evakuasi atau penangkaran terhadap buaya dengan memasang perangkap buaya atau hal lainnya dan menjenguk korban yang digigit buaya dengan melakukan trauma healing, posko Information Center dapat berkoordinasi lebih lanjut dengan BKSDA Kaltim, Dinas Damkartan, Polres dan Kodim Bontang.

“Tim BKSDA Kaltim dan Masata Kota Bontang akan mengemas sosialisasi dan edukasi (pembelajaran) secara asik dan menarik di Lokasi kandang buaya Riska, dengan diskusi tanya jawab dan penampilan video tentang buaya sehingga pengunjung dapat terlibat aktif dalam kunjungannya,” ungkap Eko Satrya.

Diharapkan Eko Satrya, adanya kandang buaya Riska merupakan langkah positif dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, dan partisipasi dari berbagai pihak dalam menjaga kelestarian alam.#

Editor: Hoesin KH

Leave A Reply

Your email address will not be published.