BERITAKALTIM.CO – Polemik terkait bahan bakar yang dicurigai telah dioplos oleh oknum tertentu di Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya di Samarinda, kini menjadi sorotan serius.
Sebanyak puluhan motor mengalami kerusakan, dengan masalah utama yang sering terjadi pada bagian fuel pump, komponen vital yang berfungsi untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki ke ruang bakar mesin.
Kerusakan ini, yang diduga akibat penggunaan BBM oplosan, telah menyebabkan masalah serius pada kendaraan bermotor, mengganggu mobilitas masyarakat, dan meningkatkan kecemasan di kalangan pemilik sepeda motor.
Fuel pump berfungsi sebagai penghubung utama antara tangki bahan bakar dan mesin motor. Komponen ini terdiri dari dua bagian penting: dinamo yang mengalirkan bahan bakar ke injector dan filter yang menyaring kotoran dalam bahan bakar. Ketika bagian ini terganggu akibat bahan bakar yang tercemar, gejala kerusakan mesin pun tak dapat dihindari.
Pemilik motor melaporkan gejala seperti mesin brebet, gas yang tidak merespons, bahkan mesin yang tiba-tiba mati saat digunakan.
Mekanik di Bengkel Armada Motor, Gunawan, mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, bengkel yang dikelola mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah motor yang masuk dengan keluhan terkait bahan bakar oplosan.
“Sebelum hari raya kemarin, sudah mulai banyak motor yang masuk dengan keluhan motor brebet atau gasnya mandek-mandek,” ujar Gunawan, Senin (7/5/2025).
Gunawan menambahkan bahwa, akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh bahan bakar oplosan, biaya perbaikan bisa mencapai ratusan ribu rupiah, tergantung tingkat kerusakan yang terjadi pada motor.
“Kalau sudah kena fuel pump, biaya perbaikannya bisa mencapai Rp400.000 hingga Rp500.000,” ungkap Gunawan.
Hal ini tentu menjadi beban tambahan bagi pemilik motor yang terdampak masalah ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh Andre, mekanik di Bengkel Abadi Jaya Motor di Jalan Dokter Sutomo, yang menyebutkan bahwa dalam tiga hari terakhir saja, sudah ada 10 motor yang masuk dengan gejala serupa, yaitu brebet dan mati mesin.
“Saat kita periksa, ternyata fuel pump-nya rusak. Ini masalah serius,” jelas Andre.
Ditambahkan Andre biaya perbaikan untuk kerusakan fuel pump, yang disebabkan oleh bahan bakar oplosan dapat mencapai Rp450.000 jika menggunakan suku cadang orisinal.
Meskipun kedua bengkel tersebut mengalami lonjakan motor yang rusak akibat bahan bakar oplosan, para mekanik tidak dapat memastikan dengan pasti bahwa kerusakan yang terjadi murni disebabkan oleh bahan bakar oplosan.
“Kami hanya bisa menduga, karena bahan bakar yang digunakan oleh pelanggan tidak bisa kami periksa secara langsung,” ujar Gunawan.
Sementara itu, Andre menambahkan bahwa meskipun kerusakan yang terjadi mengarah pada masalah fuel pump, mereka tidak bisa menyatakan dengan pasti apakah kerusakan tersebut murni akibat bahan bakar oplosan atau faktor lainnya.
“Meskipun masalah nya di fuel pump, tapi kami tidak bisa memastikan itu karena bahan bakar oplosan atau tidak,” tutur Andre.#
Reporter : Yani | Editor : Hoesin KH
Comments are closed.