BERITAKALTIM.CO–Peringati Hari Dharma Samudera setiap tanggal 15 Januari, TNI Angkatan Laut menggelar Upacara Tabur Bunga di Perairan Teluk Balikpapan, pada hari Kamis, 15 Januari 2026.
Upacara diatas Kapal KRI Hiu 634 sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa, khususnya prajurit TNI Angkatan Laut yang gugur dalam tugas.
Upacara dipimpin langsung Komandan Lanal Balikpapan, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono. Dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo dan perwakilan Unsur Forkopimda Balikpapan.
Ia mengatakan upacara tabur bunga ini memiliki makna historis yang mendalam, terutama karena dilaksanakan di Teluk Balikpapan.
“Tujuan upacara tabur bunga ini adalah untuk memperingati Hari Dharma Samudera yang jatuh setiap tanggal 15 Januari, sebagai penghormatan atas gugurnya Komodor Yos Sudarso,” ujarnya.
Kolonel Topan menjelaskan bahwa Teluk Balikpapan memiliki nilai sejarah penting bagi TNI Angkatan Laut. Di perairan tersebut, pernah terjadi peristiwa tenggelamnya KRI Hang Tuah akibat serangan pesawat pemberontak Permesta.
“Teluk Balikpapan memiliki makna besar karena di sinilah KRI Hang Tuah pernah tenggelam setelah diserang pesawat pemberontak Permesta. Sejarah ini tadi juga kami sampaikan kepada Bapak Wakil Wali Kota,” jelasnya.
Ia berharap, peristiwa-peristiwa bersejarah tersebut dapat terus dikenang dan diangkat sebagai bagian dari sejarah Kota Balikpapan, agar generasi muda memahami bahwa kehidupan dan kemajuan saat ini tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan di masa lalu.
“Keberadaan kita saat ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah masa lalu. Oleh karena itu, mengenang dan menghormati jasa para pahlawan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, turut hadir mengatakan bahwa peringatan Hari Dharma Samudera merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan para pahlawan, terutama Komodor Yos Sudarso yang gugur dalam pertempuran di Laut Aru.
“Upacara ini memperingati Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap 15 Januari, untuk mengenang peristiwa peperangan di Laut Aru, di mana pahlawan kita Komodor Yos Sudarso gugur. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kita tetap menghargai jasa para pahlawan,” ujar Bagus Susetyo.
Menurutnya, kemerdekaan yang dirasakan bangsa Indonesia hingga saat ini tidak terlepas dari pengorbanan besar para pahlawan. Oleh karena itu, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan melalui kerja nyata dan pembangunan bangsa.
“Kita bisa sampai pada kondisi merdeka seperti sekarang ini karena pengorbanan para pahlawan, khususnya dari Angkatan Laut. Kegiatan tabur bunga ini menjadi bentuk penghormatan kita. Mudah-mudahan para pahlawan yang gugur ditempatkan di tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.
Upacara tabur bunga kali ini dilaksanakan di atas KRI HIU-634, kapal perang milik TNI Angkatan Laut yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia. Bagus Susetyo menyebut kapal tersebut sebagai simbol kemajuan industri pertahanan nasional.
“KRI HIU-634 ini termasuk kapal yang relatif baru, dibuat pada tahun 2000 dan merupakan produk PT PAL, BUMN yang memproduksi alat utama sistem persenjataan. Ini menunjukkan kemampuan teknologi pertahanan nasional kita dalam menjaga keamanan negara,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi ajang untuk memperlihatkan kekompakan, persatuan, dan kesatuan antara pemerintah daerah dan seluruh unsur yang terlibat.
Comments are closed.