BERITAKALTIM.CO-Bupati Aulia Rahman Basri menekankan kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara (Distanak) tentang pentingnya akurasi data dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian dan peternakan secara berkelanjutan.
Menurutnya, data yang akurat mencakup luas lahan, produksi, pelaku usaha, hingga kebutuhan sarana dan prasarana menjadi faktor mutlak dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Hal ini disampaikan Aulia Rahman di Tenggarong, Jumat.
Ia menyebutkan bahwa Kutai Kartanegara (Kukar) selama ini telah menjadi lumbung pangan di Kalimantan Timur (Kaltim). Namun demikian, produktivitas tetap harus ditingkatkan, terutama untuk memasok kebutuhan pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berdasarkan data produksi tahun 2025, dari total produksi padi Kaltim sebesar 270,87 ribu ton gabah kering giling (GKG), Kukar menyumbang 110.870 ton GKG, tertinggi dibanding sembilan kabupaten/kota lainnya. Sementara itu, produksi daging sapi lokal Kukar mencapai 900 ton per tahun dan produksi daging ayam sekitar 23 ribu ton per tahun.
Secara keseluruhan, produksi daging sapi lokal Kaltim mencapai 17.095 ton per tahun atau setara 136.763 ekor pada 2025. Namun, sekitar 70 persen kebutuhan daging sapi masih dipasok dari luar daerah seperti NTT, NTB, dan Jawa Timur. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemkab Kukar untuk terus mengembangkan sektor peternakan agar mampu meningkatkan kemandirian pangan daerah.
Bupati menegaskan bahwa Distanak memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan daerah melalui program Kukar Idaman Terbaik, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan. Ia meminta jajaran Distanak memperkuat sinergi dengan penyuluh pertanian, kelompok tani, peternak, serta pemerintah desa dan kecamatan.
Pendataan yang akurat, mulai dari luas tanam, produksi, populasi ternak hingga kebutuhan sarana dan prasarana, harus diperbarui secara berkala melalui sistem digital yang terintegrasi. Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan mendorong Kukar semakin kokoh sebagai lumbung pangan Kaltim.
ANTARA|Wong|Ar
Comments are closed.