BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Kota Bontang mulai mempersiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi kekosongan tenaga pengajar pada 2026. Sebanyak 105 guru dijadwalkan memasuki masa pensiun, sehingga kebutuhan tenaga pendidik baru menjadi perhatian serius.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa pemerintah telah merancang kebutuhan sebanyak 127 guru baru. Namun, pemenuhannya tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap menyesuaikan kondisi anggaran daerah.
“Semua harus melalui proses. Kami berkoordinasi dengan BKPSDM yang akan menjalankan tahapan rekrutmen. Karena pengadaan ASN ini berjenjang dan harus menunggu persetujuan teknis dari BKN,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak semata-mata untuk menutup kekurangan tenaga pengajar, tetapi juga menjaga keseimbangan dalam sistem kepegawaian. Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan penambahan pegawai tidak berdampak pada hak pegawai lain, terutama terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Sebagai langkah antisipasi selama proses rekrutmen berlangsung, Pemkot Bontang juga menyiapkan opsi lain agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal. Salah satunya dengan menghadirkan guru pengganti di sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pendidik.
“Solusi sementara kita siapkan guru pengganti agar proses belajar tidak terganggu sambil menunggu rekrutmen ASN selesai,” jelasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kualitas pendidikan tetap terjaga, meski dihadapkan pada tantangan berkurangnya tenaga pengajar dalam jumlah besar.
Reporter : UPI
Comments are closed.