BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Kota Bontang menyiapkan langkah alternatif untuk menjaga kelangsungan proses belajar mengajar di tengah belum rampungnya rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa pengangkatan guru pengganti menjadi solusi sementara guna menutup kekosongan tenaga pengajar, khususnya akibat banyaknya guru yang memasuki masa pensiun.
“Solusi alternatifnya kita mengangkat guru pengganti. Ini penting supaya proses belajar tidak terganggu sambil menunggu rekrutmen ASN,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, pembiayaan tenaga pengganti tersebut akan menggunakan skema belanja jasa yang didukung melalui Dana Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Sekolah yang mengalami kekurangan guru akan mendapatkan tambahan alokasi anggaran sesuai kebutuhan.
Meski bersifat sementara, aspek kesejahteraan tetap diperhatikan. Pemerintah memastikan gaji guru pengganti mengacu pada Upah Minimum Kota (UMK), sehingga tetap layak dan kompetitif.
Selain itu, proses rekrutmen tenaga pengganti akan dilakukan secara terbuka dengan mekanisme seleksi yang transparan. Pemerintah juga memprioritaskan warga lokal, yang dibuktikan melalui kepemilikan KTP Bontang.
Langkah ini dinilai sebagai strategi cepat dan realistis untuk menjaga kualitas pembelajaran tetap berjalan optimal, di tengah proses panjang rekrutmen ASN yang masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat.
Reporter : UPI
Comments are closed.