BeritaKaltim.Co

Diproyeksi Jadi Pusat Ekonomi Baru, Wawali Tinjau Lahan untuk Sekolah Rakyat di Baltim

BERITAKALTIM.CO-Untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat yang diusulkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mematangkan rencana pemanfaatan aset daerah, untuk dijadikan lokasi pembangunan.

Salah satu lokasi yang dipertimbangkan berada di kawasan aset pemerintah kota yang sebelumnya disiapkan sebagai area sirkuit seluas sekitar 76 hektare, yang berlokasi di Kelurahan Lamaru Kecamatan Balikpapan Timur (Baltim).

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan sebagian lahan tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang diperkirakan hanya membutuhkan sekitar tujuh hektare.

“Kita mencoba mengambil sebagian lahan sirkuit, untuk usulan Sekolah Rakyat. Mudah-mudahan bisa digunakan,” ucap Bagus, usai peninjauan didampingi Asisten II, M. Andi Yusri; Kepala Dinas Sosial, Arfiansyah; Perwakilan DPPR termasuk Bappedalitbang, pada hari Selasa, 19 Mei 2026.

Menurutnya, akses menuju lokasi mulai terbuka meski belum sepenuhnya memadai. Dari total jalur menuju kawasan itu, sekitar satu kilometer sudah dibangun rigid pavement atau jalan beton, sedangkan sisanya masih berupa jalan tanah.

“Masuk ke lokasi ini kurang lebih hampir tiga kilometer. Satu kilometer sudah rigid pavement, sisanya masih jalan tanah,” ujarnya.

Meski masih berupa lahan kosong, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan baru di wilayah timur dan utara Balikpapan.

Bagus menilai pengembangan kawasan tidak hanya diarahkan untuk sektor pendidikan, tetapi juga dapat mendorong munculnya generator ekonomi baru bagi kota.

“Kalau lokasi di kota kan kita sudah terbatas. Nah ini daerah timur, daerah utara yang akan kita coba kembangkan supaya ada generator ekonomi baru di lokasi tersebut,” katanya.

Menurutnya, kawasan itu ke depan bisa berkembang menjadi area hunian, fasilitas pendidikan, hingga pusat kegiatan ekonomi yang mampu menunjang perkembangan Balikpapan.

Selain lokasi eks sirkuit tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan opsi lain di kawasan Kilometer 13, Kecamatan Balikpapan Utara tepatnya di area bumi perkemahan.

“Lokasi ini salah satu opsi, tapi semuanya nanti akan dipertimbangkan dari sisi prioritas, kemudahan, kemudian juga manfaat untuk perkembangan kota ke depan,” jelasnya.

Terkait anggaran pembangunan, Bagus mengatakan saat ini pemerintah masih berada pada tahap usulan kegiatan dan belum membahas detail pembiayaan proyek.

Namun, Pemkot Balikpapan membuka peluang membantu pembangunan akses jalan menuju lokasi, sementara pembangunan fisik Sekolah Rakyat nantinya tetap menjadi kewenangan Kementerian Sosial.

“Mungkin jalannya akan dibantu oleh pemerintah kota, kemudian pembangunannya tetap menjadi Kementerian Sosial,” ungkapnya.

NIKEN | WONG

Comments are closed.