BeritaKaltim.Co

Penilaian Lomba Desa Wisata Kaltim 2026 Masuki Tahap Presentasi dan Validasi Data

‎BERITAKALTIM.CO  – Proses penilaian Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 memasuki tahapan penting melalui sesi presentasi dan validasi data bagi 10 desa wisata terbaik dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

‎Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan tahapan validasi dilakukan untuk memastikan kesiapan desa wisata sekaligus mencocokkan data yang telah disampaikan peserta sebelumnya.

‎“Melalui tahapan ini kami ingin memastikan seluruh desa wisata finalis benar-benar memiliki kesiapan, inovasi, serta komitmen dalam mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat,” ujarnya pada saat di wawancarai setelah melihat beberapa desa di Samarinda, Sabtu (23/5/2026).

‎‎Menurutnya, lomba desa wisata bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata desa di Kalimantan Timur.

‎‎Ia menilai pengembangan desa wisata memiliki peluang besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

‎‎Terlebih, dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diproyeksikan meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah penyangga.

‎‎Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dispar Kaltim, Angit Ding, menjelaskan penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari daya tarik wisata, kelembagaan, kebersihan lingkungan, hingga keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata.

‎‎“Validasi ini penting agar data yang disampaikan desa wisata benar-benar akurat dan sesuai dengan implementasi di lapangan,” katanya.

‎‎Tahapan presentasi dan validasi tersebut akan menjadi dasar bagi tim penilai untuk menentukan Desa Wisata Terbaik Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Kaltim berharap ajang ini dapat mendorong lahirnya desa-desa wisata yang semakin inovatif, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

SANDI | WONG

Comments are closed.