BERITAKALTIM.CO– Industri kelapa sawit menjadi salah satu sektor komoditas unggulan dalam struktur perekonomian Kalimantan Timur. Di tengah ekspansi lahan dan hilirisasi sawit yang terus meningkat, lulusan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Faperta Unmul) memiliki peluang besar berkontribusi, namun perhatian industri belum maksimal.
Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (IKA Faperta Unmul), Fahrizal, menilai, Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah dengan potensi perkebunan sawit yang besar seharusnya mampu memberikan ruang lebih luas bagi lulusan Faperta Unmul untuk terlibat dalam industri tersebut.
Menurutnya, dinamika industri sawit tidak hanya menawarkan penyerapan tenaga kerja yang luas bagi lulusan baru (fresh graduate), tetapi juga membutuhkan tanggung jawab akademis dalam mewujudkan tata kelola perkebunan yang berkelanjutan.
“Industri sawit di Kalimantan Timur adalah ruang aktualisasi yang konkret bagi alumni Faperta Unmul. Lulusan baru tidak sekadar menjadi menara gading akademis, tetapi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan ilmu pertanian modern dengan prinsip kelestarian lingkungan,” ujarnya pada saat diwawancarai, Sabtu (23/5/2026)
Ia menjelaskan, lulusan Faperta Unmul memiliki modal geografis dan akademis yang kuat untuk mengisi berbagai posisi strategis di industri sawit, mulai dari manajemen perkebunan atau agronomi sebagai Asisten Afdeling, riset dan pengembangan (R&D), hingga konsultan keberlanjutan yang mengawal sertifikasi seperti ISPO dan RSPO.
Selain itu, lulusan pertanian juga dinilai memiliki peran penting dalam menjawab tantangan industri, seperti mitigasi dampak lingkungan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dari limbah cair sawit (POME), penyelesaian konflik agraria antara perusahaan dan pekebun rakyat, hingga penerapan konsep High Conservation Value (HCV) untuk menjaga keanekaragaman hayati di area perkebunan.
Fahrizal menilai, tantangan industri sawit ke depan tidak hanya berfokus pada produktivitas, tetapi juga memerlukan sinergi antara keahlian teknis agronomi dan integritas moral dalam menjaga ekosistem Kalimantan.
Karena itu, ia meminta perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kalimantan Timur agar lebih memberdayakan lulusan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman sebagai talenta lokal.
“Kami meminta perusahaan kebun kelapa sawit di Kalimantan Timur untuk membuka kesempatan lebih luas bagi lulusan Faperta Universitas Mulawarman. Karena ini wilayah Kaltim, sudah sepatutnya talenta lokal diberikan ruang dan peluang kerja,” tegasnya.
Ia menambahkan, inovasi pertanian dimulai dari sumber daya manusia yang berdedikasi. Menurutnya, kolaborasi antara ilmu akademik yang dimiliki lulusan Faperta Unmul dengan teknologi industri dapat menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan agribisnis di Bumi Etam.
“Kami percaya inovasi pertanian dimulai dari talenta lokal yang berdedikasi. Mari kombinasikan ilmu yang kami miliki dengan teknologi industri demi kemajuan agribisnis Kalimantan Timur,” pungkasnya
SANDI | WONG
Comments are closed.