BERITAKALTIM.CO –Bapak anti virus pertama didunia, John McAfee bernasib naas. Ia ditemukan tewas di sel penjara Barcelona beberapa jam setelah pengadilan Spanyol setuju mengekstradisi dirinya ke AS untuk menghadapi tuduhan penggelapan pajak. Juragan antivirus ini diduga mengakhiri hidupnya sendiri.
McAfee adalah programer komputer kelahiran Inggris dan juga seorang pebisnis. Namanya menjadi sangat terkenal di tahun 1980-an ketika perusahaan yang didirikannya, McAfee Associates merilis software antivirus komersial pertama McAfee VirusScan.
Bisnis tersebut berkembang dan menjadi industri bernilai multi-miliar dolar. Dia menjalankan McAfee Associates dari tahun 1987 hingga 1994, tahun ketika dirinya mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.
Kejayaan McAfee berada di puncaknya pada tahun 2007 dengan total kekayaan USD 100 juta. Namun kemudian, investasinya anjlok dalam krisis keuangan di tahun 2007-2008.
Meski bisnis software antivirus miliknya telah dijual ke Intel, ia masih mengembangkan produk keamanan cyber miliknya sendiri. Namun dalam beberapa tahun belakangan, bukan update seputar teknologi yang sering terdengar darinya, melainkan kasus pelanggaran hukum dan tingkah kontroversial yang dilakukannya.
Kepolisian regional Catalan, Mossos d’Esquadra, mengkonfirmasi hal tersebut. Pria berusia 75 tahun itu menghembuskan nafas terakhirnya di penjara Brians 2 dekat Barcelona, Rabu malam waktu setempat.
Dalam sebuah pernyataan, departemen kehakiman Catalan mengatakan bahwa petugas penjara dan petugas medis telah mencoba menyelamatkan nyawa McAfee, sayangnya tidak berhasil.
Pengacara McAfee mengatakan kepada kantor berita Reuters pada Rabu malam bahwa McAfee tampaknya gantung diri di sel penjaranya. “Staf kehakiman telah dikirim ke penjara dan sedang menyelidiki penyebab kematian. Semuanya mengarah pada kematian karena bunuh diri,” kata pernyataan itu dikutip dari Guardian.
McAfee dikenal sebagai sosok kontroversial di dunia teknologi. Perusahaannya merilis perangkat lunak anti-virus komersial pertama.
Kehadiran Antivirus McAfee telah memicu industri multi-miliar dolar di dunia komputer, dan akhirnya perusahaan tersebut dijual ke Intel seharga lebih dari USD 7,6 miliar atau Rp 109,6 triliun.
Pada Oktober 2020, McAfee ditangkap di Spanyol ketika dia hendak naik pesawat ke Turki dengan tuduhan penggelapan pajak oleh Departemen Kehakiman AS. Jaksa Tennessee telah mendakwa McAfee atas penghindaran pajak setelah gagal melaporkan pendapatan yang diperoleh dari mempromosikan cryptocurrency saat dia melakukan pekerjaan konsultasi, serta pendapatan dari ceramah dan menjual hak atas kisah hidupnya untuk sebuah film dokumenter.
“Pengadilan setuju untuk memberikan ekstradisi John David McAfee seperti yang diminta oleh otoritas kehakiman Amerika untuk kejahatan yang dimaksud dalam dakwaan pelanggaran pajak untuk tahun 2016 hingga 2018,” begitu bunyi putusan setebal 16 halaman atas dirinya.
McAfee menghindari kewajiban pajak dengan meminta pendapatannya dibayarkan ke rekening bank dan rekening pertukaran mata uang kripto bukan atas namanya. Dia juga dituduh menyembunyikan aset, termasuk kapal pesiar dan properti real estate, juga atas nama orang lain.
Pada hari Rabu, pengadilan tertinggi Spanyol telah menyetujui ekstradisi McAfee ke Amerika Serikat. Meskipun keputusan tersebut dapat diajukan banding dan ekstradisi harus disetujui oleh kabinet Spanyol. (*)
Comments are closed.