BeritaKaltim.Co

Pendaftar Penerima Beasiswa Masih Kurang, Pemprov Kaltim Perpanjang Pendaftaran

Musyahrim_(1)_(1)SAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperpanjang penerimaan pendaftaraan Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) untuk tahun ini hingga 5 Oktober mendatang. Pasalnya, beberapa kabupaten dan kota masih belum memenuhi kuota yang telah ditargetkan.

“Sebelumnya pendaftaran ditutup awal September lalu. Namun, jumlah penerima masih kurang dari kuota target yang sudah ditentukan oleh pemerintah kabupaten dan kota setempat. Akhirnya kami perpanjang pendaftarannya hingga 5 Oktober mendatang,” kata Kepala Dinas Pendidikan provinsi Kaltim Musyahrim, Senin (14/9/2015) di Samarinda.

Berdasarkan data, masing-masing kabupaten dan kota yang tersebar di Kaltim telah menargetkan kuota penerima yakni kota Samarinda sebanyak 3.730 penerima, kota Balikpapan sebanyak 3.277, kota Bontang sebanyak 2.627, kabupaten Kutai Timur sebanyak 2.478, kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 3.289, kabupaten Kutai Barat sebanyak 2.441, kabupaten Mahakam Ulu sebanyak 1.641, kabupaten Penajam Paser Utara sebanyak 2.406, kabupaten Paser sebanyak 2.651 dan kabupaten Berau sebanyak 2.444 penerima.

Dari jumlah tersebut ditambah lagi dengan beasiswa yang diberikan melalui perguruan tinggi dan kerjasama Pemprov Kaltim dengan sejumlah lembaga pendidikan dalam dan luar negeri sehingga jumlahnya mencapai 50.000 penerima.

“Kuota penerima BKC sejak 2014 hingga 2018 ditargetkan mencapai 50.000 penerima untuk setiap tahunnya. Jumlah ini meningkat dari target tahun 2009-2013 yang mencapai angka 30.000 penerima,” kata Musyahrim tanpa menyebutkan rincian jumlah daerah yang masih tidak mencapai target tersebut.

Lebih lanjut, Musyahrim mengatakan bahwa kebutuhan kuota tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota. Karena yang mengetahui jumlah maupun yang berhak menerima beasiswa tersebut adalah pemerintah kabupaten dan kota. Sedangkan Pemprov Kaltim maupun tim panitia BKC hanya sebagai penerima data saja dan mengeluarkan biaya yang harus diberikan kepada masing-masing penerima.

“Pemrpov Kaltim hanya memberikan biayanya saja. yang nentukan adalah kabupaten dan kota. Kami berharap perpanjangan ini bisa dimaksimalkan agar kuota yang ditargetkan itu dapat terpenuhi. Selain itu, dengan adanya waktu yang panjang tersebut dapat dimaksimalkan untuk mendata penerima,” katanya.

Musyahrim menyarankan, apabila kondisi tersebut dirasa berat untuk mendatanya, diharapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dapat memanfaatkan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan masing-masing, sehingga pendataan itu segera terpenuhi.

“Jangan ada lagi informasi yang menyatakan bahwa tidak adanya transparan dalam penerimaan beasiswa. Karena itu, inilah yang kami hindari, sehingga kepercayaan publik sangat diharapkan,” katanya. #rus

Comments are closed.