BeritaKaltim.Co

Kampung Tenun Kebanggaan Samarinda

Jaang : Sebagai Tujuan Wisata, Keamanan Kampung Tenun Harus dari Kita Sendiri
Jaang : Sebagai Tujuan Wisata, Keamanan Kampung Tenun Harus dari Kita Sendiri

SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Silaturahmi dan audiensi Barisan Adat Bugis “Bessi Banranga” bersama Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang yang sedianya diselenggarakan di Rumah Jabatan Wali Kota atau Balai Kota akhirnya dengan permintaan Wali Kota Samarinda diselenggarakan di Rumah Tua Kampung Tenun Samarinda Seberang (6/10/2015).

“Saya sengaja merubah sistim kalau audiensi diadakan di Rumah Jabatan atau Balai Kota paling lama hanya 30 menit karena banyaknya tamu yang datang. Makanya pas ada waktu saya minta Kabag Humas dan Protokol Masrullah kita yang datang kesini karena bisa langsung mendengarkan keluhan masyarakat, ternyata banyak hal yang kita dapat seperti masalah keamanan, sosial dan lainnya yang segera kita selesaikan solusinya,” jelas Jaang.

Selain itu harapan Jaang Kampung Tenun sebagai tempat tujuan wisata destinasi Nasional Sarung Samarinda serta Budaya Pampang sebagai ikon Nasional Samarinda harus tetap terjaga tidak luntur dimakan jaman.

“Kampung Tenun adalah merupakan kebanggaan saya karena sejarah mencatat dari sini Kota Samarinda mulai dibentuk serta dari sini Sarung Samarinda berasal. Maka dari itu kalau orang datang ke Samarinda belum ke Kampung Tenun dan Budaya Pampang belum lengkap rasanya. Bahkan untuk melestarikan warisan budaya tersebut saya membuat kebijakan untuk menjadikan Sarung Samarinda sebagai pakaian khas Samarinda baik untuk seragam Pegawai di lingkungan Pemkot di hari besar serta reguler pada hari Kamis atau sebagai fashion,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini ikut mendampingi Jaang adalah ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Puji Setyowati, Kabag Humas dan Protokol Masrullah, Dinas Pariwisata, Camat Samarinda Seberang Ansarullah, seluruh Lurah Samarinda Seberang, Anggota DPRD dari Dapil Samarinda Seberang Guntur dan instansi terkait serta tokoh masyarakat Samarinda Seberang. Silaturahmi dan audiensi Barisan Adat Bugis “Bessi Banranga” bersama Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang adalah bertujuan untuk membangkitkan kembali Barisan Adat Bugis “Bessi Banranga” yang telah lama mati suri.

Oleh karena itu Barisan Adat Bugis “Bessi Banranga” akan membikin 2 kelompok Senior dan Junior untuk bisa dibagi bisa selalu aktif hadir dalam kegiatan Pemerintah Kota dan lainnya.

“Seperti keinginan amanat Bapak, Ibu masyarakat Samarinda Seberang untuk akan kembali bangkitkan Barisan Adat Bugis “Bessi Banranga” yang kurang lebih 4 tahun terakhir tidak bisa berpartisipasi mengikuti kegiatan Pemerintah Kota bahkan kegiatan tahunan budaya Erau dimana tiap tahunnya Naga Bersenyawa mampir di Jembatan Aji dan disambut barisan Jokaje akan kita bangkitkan kembali karena ini merupakan tinggalan sejarah yang harus tetap dilestarikan dengan semangat dan rasa kekeluargaan,” tambah Ketua Adat Adat Bugis “Bessi Banranga” Hendra.

Hendra menambahkan Samarinda Seberang khusunya Kelurahan Kampung Tenun sebagai tujuan wisata karena ada Makam Pendiri Samarinda Daeng Mangkona, Masjid Tua, Rumah Adat Bugis sebagai simbol Sarung Samarinda juga perlu mendapatkan perhatian.

“Dalam kesempatan ini kami meminta bantuan ambulan karena kalau ada warga yang mengalami kesusahan harus mencari ambulan sampai ke daerah lain, serta bantuan pemadam kebakaran karena di Samarinda Seberang juga masih kerap terjadi kebakaran,” pintanya.

Audiensi masyarakat Samarinda Seberang juga menyentuh aspek semenisasi yang terputus–putus, bantuan renovasi pembangunan Masjid di Kelurahan Tenun agar semakin baik lagi untuk masyarakat serta wisatawan yang ingin beribadah karena sebagai tempat tujuan wisata, Pompa untuk pembuangan tinja. #Hms 14

 

Comments are closed.