BeritaKaltim.Co

Pertagas Kembangkan Bisnis LNG To LNG

gasBONTANG, BERITAKALTIM.COM-PT Pertamina Gas (Pertagas) kembali melakukan terobosan dalam bisnis Liquified Natural Gas (LNG) guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Setelah sukses menjalankan bisnis LNG dengan Terminal Penerimaan & Regasifikasi LNG di Arun, Aceh, kini Pertagas mengembangkan bisnis penjualan bentuk LNG langsung (LNG to LNG) kepada konsumen.

“Bisnis ritel LNG to LNG ini pertama kalinya dilakukan di Indonesia,” ujar Eko Agus Sardjono, Direktur Teknik dan Komersial PT Pertagas Niaga, anak perusahan Pertagas.

Salah satu konsumen Pertagas untuk ritel LNG to LNG ini adalam memasok kebutuhan mall besar di kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yakni Balcony Mall. Pemenuhan LNG untuk Balcony Mall ini sudah dimulai Desember 2014.

Saat itu, menurut Eko, Pertagas Niaga melaksanakan pilot project penyaluran LNG perdana untuk kebutuhan genset dan chiller di mall tersebut. “Ini menjadi bukti kami untuk senantiasa hadir guna memenuhi kebutuhan energi di berbagi sektor,” papar Eko.

“Pilot project tersebut sukses dan kini berlanjut terus hingga saat ini,” ungkap Eko. Dengan alokasi gas dari Total E&P Indonesie & Inpex Corporation, lanjut Eko, saat ini secara berkala Pertagas Niaga mengirimkan LNG ke Balcony Mall sebanyak 1 isotank atau setara 400 MMBTU untuk sekali pengiriman.

Adapun mitra yang digandeng untuk menyediakan fasilitas regasifikasi LNG di lokasi tersebut adalah PT Prima Energi Raharja. “Hingga saat ini kami sudah mengirimkan LNG ke Balcony Mall sebanyak 7 Isotank atau setara 2.790 MMBTU,” ujarnya.

LNG yang dikirimkan tersebut berasal dari hasil pemrosesan di LNG Plant PT Badak NGL. LNG tersebut kemudian disalurkan ke Plant 26 milik Pertagas di Bontang melalui pipa. Di Plant tersebut LNG dimasukkan dalam truk isotank yang kemudian mengangkut LNG untuk disalurkan ke konsumen.

“Skema ini akan memudahkan pengembangan bisnis LNG, karena pengirimannya tidak lagi tergantung pada infrastruktur pipa,” lanjut Eko.

Diki Herdianto, Operation Manager Balcony Mall mengaku sejak awal sangat tertarik menggunakan LNG untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar listrik dan pendingin ruangan di tempat usahanya.

“Selain lebih ramah lingkungan juga membuat biaya maintenance mesin pendingin lebih hemat,” ujarnya. Apalagi sejauh ini, menurut perhitungannya, penggunaan LNG juga mampu menekan biaya bahan bakar. “Penghematannya sekitar 10 persen hingga 20 persen,” ujarnya.

Pertagas Niaga dalam jangka panjang berencana pengembangan bisnis LNG, dari Plant 26 di Bontang untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan tambang, listrik, industri dan cool down services. “Kami optimis bisnis ini akan terus berkembang. Potensi di Kalimantan saja masih banyak yang bisa digarap,” tutup Eko. (Sumber: Gatra).

Comments are closed.