BeritaKaltim.Co

Pengesahan RAPBD 2016 Diprediksi 27 November

Wakil Ketua I DPRD Berau, H Sa'ga.
Wakil Ketua I DPRD Berau, H Sa’ga.

TANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.com- Sebagian besar aanggota DPRD Berau merasa optimistis, bahwa pembahasan rancangan anggaran pendapatan belanja (RAPBD) 2016 bakal rampung di bulan November, atau selambat – lambatnya pembahasannya bisa dirampungkan pada akhir bulan November mendatang.

“Kalau menurut prediksi saya, Insyaallah tanggal 26 bulan November sudah bisa diparnipurnakan, karena pada tanggal itu juga kami akan lakukan pembahasan bersama dengan semua SKPD yang terkait, dan tanggal 27 November bisa kita sahkan melalui rapat paripurna,” ujar Wakil Ketua DPRD Berau, H Sa’ga,

Hal ini didukung sesuai jadwal yang ada, dan bisa juga molor dari yang dijadwalkan, sebab itu semua itu tergantung pembahasannya nanti.

“Jadi tidak harus tanggal 27 November mendatang bisa nggak bisa harus diparipurnakan. Karena bagaimanapun juga harus melalui mekanisme pembahasan masing – masing komisi, kemudian setelah itu dibahas bersama, kemudian diajukan ke panitia anggaran (panggar),” terangnya.

Setelah itu, lanjut Sa’ga, RAPBD tersebut dapat disahkan menjadi APBD 2016. Politisi PPP ini menambahkan, bahwa saat ini masing – masing komisi juga sedang mencermati RAPBD tersebut, sekaligus melaksanakan agenda yang sudah tersusun dalam satu bulan ke depan.

Oleh sebab itu dia berharap, agar pembahasan RAPBD ini bisa sesuai target kapan dilaksanakan pengesahannya. Agar reward dari pemerintah pusat, yang disebut – sebut sebesar Rp 25 Miliyar tersebut dapat diterima Pemkab Berau, untuk mendukung pembangunan di daerah ini, khususnya untuk kepentingan masyarakat Berau.

Tetapi disini juga ditegaskan Sa’ga, meskipun Pemkab Berau diiming – imingi bonus dari pusat sebesar Rp 25 miliyar, bukan berarti pembahasan RAPBD ini yang penting bisa diparipurnakan tepat waktu (27/11/2015).

“Kami tetap melakukan pembahasan RAPBD ini secara cermat, dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat, sebagai mana yang tertuang dalam hasil musrembang beberapa waktu lalu, sebagai ajang aspirasi masyarakat,” Ungkapnya.

Oleh sebab itu pihaknya menyebutkan, bahwa pembahasan RAPBD 2016 ini tetap dilakukan secara profesional sebagaimana peran anggota Dewan dalam melakukan pembahasan RAPBD ini. #hel

Comments are closed.