BeritaKaltim.Co

Dukung Sentra Peternakan Rakyat di Kaltim

26ahmadSAMARINDA. BERITAKALTIM.COM – Didominasi oleh peternak sapi skala kecil, usaha peternakan sapi potong semestinya bisa membantu memenuhi kebutuhan daging sapi di Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur (Kaltim). Karena itu penetapan empat kabupaten yaitu Kutai Timur (Kutim), Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara (Kukar) dan Paser menjadi Sentra Peternakan Rakyat (SPR) diharapkan mendorong daerah lain turut berpacu meningkatkan ketersediaan sapi potong.
Demikian disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ahmad yang mendukung penetapan tersebut. Sebab dengan penetapan tersebut tentu terdapat aturan penyelenggaraan. “Dengan aturan yang ditetapkan pemerintah akan membawa dampak positif bagi peningkatan peternakan. Bukan hanya jumlah ternak sapi, namun bagaimana produksi kualitas kesehatan ternak hingga kesejahteraan peternak sapi,” kata Ahmad.

SPR merupakan program Kementerian Pertanian yang menetapkan sebuah daerah sebagai percontohan pengembangan SPR. Atas program tersebut, politikus Golkar asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kukar dan Kubar ini turut mengapresiasi daerah yang terpilih. Sebab pasti tak terlepas dari upaya pemerintah daerah setempat dalam membantu peternak sapi skala kecil mengembangkan ternak sapinya. “Atas dukungan pemerintah setempat dan peternak sapi di empat daerah itu turut menopang penyediaan kebutuhan sapi potong. Untuk terus mengembangkan dibutuhkan dukungan seluruh stake holder terkait bidang peternakan dan kesehatan hewan agar berkontribusi memberikan perannya,” kata Ahmad.

Hal itu, selain untuk terus memperkuat peternak sapi skala kecil dalam kegiatan peternakan, dibutuhkan pula manajemen memperkuat daya saing melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak sapi.”Sehingga bagaimana mulai penyediaan lahan, proses produksi sapi hingga pemasaran dan terus memproduksi sapi kembali dapat berjalan dengan mudah. Termasuk sumber pembiayaan dan permodalan bagi peternak sapi,” papar Ahmad. #adv/lia/gg

Comments are closed.