
TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Berau berkeinginan, di tahun 2019 nanti sudah bisa memberikan pelayanan tera dan tera ulang secara mandiri. Diskoperindag pun optimis, jika tera dilakukan secara mandiri, hasil pelayanan tera tersebut bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Disampaikan Hj Wiyati SE, Kepala Diskoperindag Kabupaten Berau, di sela-sela kesibukannya, bahwa saat ini Diskoperindag saat ini sudah memiliki dua orang tenaga teknis yang khusus menangani tera, itu pun tera sekala kecil, diantaranya tera timbangan sekala kecil.
Tetapi untuk tenaga teknis sekala besar, seperti tera kendaraan mobil tanki dan sejenisnya hingga saat ini Diskoperindag belum memiliki. “ Jadi setiap kegiatan peneraan, Diskoperindag selalau bekerja sama dengan metreologi Samarinda. Nah, ini lah yang sedang kita perjuangkan untuk mendapatkan dimana lokasi peneraan itu dibangun, dan memiliki tenaga tera sendiri,” Ungkapnya.
“ Sejauh ini dalam setiap kegiatan peneraan kita hanya mendapatkan 40 persen dari retribusinya, yang 60 persen untuk Badan Metreologi Samarinda. Ini peluang bagi kita, untuk mendongkrak PAD, kan lumayan,” Imbuhnya.
Diakuinya, hingga sampai saat ini Diskoperindag juga belum memiiki alat tera tersebut. Namun tahun 2019 mendatang Diskoperindag Berau kabarnya akan mendapatkan bantuan alat dan mobil tera. “ Sedangkan untuk tenaga teranya, dari dua tenaga teknis tera yang ada, satu diantaranya sedang Diklat mendalami bidang tera lainnya, seperti jembatan timbang atau tera sekala besar lainnya, “ Jelas Wiyati.
Untuk kepentingan tersebut, pihaknya akan segera melengkapi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh Badan Metrologi Pusat. Syarat dan ketentuan itu diantaranya mulai dari infrastruktur dan sarana perlengkapan, sumber daya manusia (SDM), alat ukur, armada pelayanan, serta anggaran.
Sedangkan petugas penera, penera ahli, pembantu penera maupun pengawas, pihak Disperindag selanjutnya akan terus memperkuat kemampuan SDM para penera, salah satunya melalui diklat dan kursus-kursus di Badan Metrologi Bandung.
“Kita masih punya dua orang saja, karena kalau harus merekrut orang baru, kami masih menunggu moratorium selesai atau dibuka farmasi khusus tenaga teknis tersebut. Jadi yang bisa kita lakukan adalah memaksimalkan staf yang ada, untuk kami arahkan menjadi penera yang professional. Pada prinsipnya kami semangat untuk bisa melayani uji tera dan tera ulang, sampai kami benar-benar mandiri tahun 2019 mendatang,” Pungkasnya.adv/mar
Trending
- Massa Aksi Kembali Padati Kantor Gubernur Kaltim, Lanjutkan Penyampaian Tuntutan
- Ribuan Massa Aksi Padati Teras Samarinda, Bergerak ke Kantor Gubernur Kaltim
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Temui Massa, Hasanuddin Mas’ud di Luar Kota
- Muhammad Barkati Imbau Massa Aksi Jaga Kondusivitas dan Hindari Provokasi
- Ribuan Massa Ormas Padati DPRD Kaltim, Tuntut Hentikan Praktik KKN
- Polda Kaltim Bongkar 11 Kasus Penyelewengan BBM Subsidi, 12 Tersangka Diamankan
- BMKG: Gempa Pulau Batang Dua-Ternate akibat deformasi kerak bumi
- Warga Gorontalo juga rasakan gempa magnitudo 7,6
- Tujuh daerah di Provinsi Malut dan Sulut siaga potensi tsunami
- Gempa magnitudo 7,6 sangat terasa di Manado
Comments are closed.