BeritaKaltim.Co

Suasana Covid-19: Warga Balikpapan Diminta tak Borong Sembako

BALIKPAPAN, beritakaltim.co- Suasana panic buying dialami warga Balikpapan saat pandemi Covid-19. Masyarakat mulai membeli Sembako seperti beras dan gula untuk berjaga-jaga atau stok di rumah jika pemerintah menerapkan pembatasan sosial atau social distancing.

Dampaknya, harga gula pasir dalam beberapa hari terakhir terus mengalami lonjakkan harga. Jika semula di sejumlah toko modern di Kota Balikpapan harganya Rp12.500 per kilogram, pada masa pandemi naik 70-80 persen atau menembus Rp 19.000 per kilogram.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Thohari Azis meminta warga tidak melakukan aksi borong Sembako dalam situasi pandemi Covid-19 ini. Dia mengatakan, aksi borong sembako justru akan memicu terjadinya inflasi dan membuat harga sembako melonjak.

“Masyarakat tidak perlu memalukan aksi borong sembako, situasinya aman semua kebutuhan masih cukup tersedia,” ujarnya.

“Warga Balikpapan diminta tetap tenang, tidak terpengaruh dengan kabar-kabar yang tidak benar. Semua kebutuhan tersedia, tidak perlu khawatir,”

Dia juga meminta pelaku usaha untuk tidak memamnfaatkan momen wabah virus Korona untuk melakukan penimbunan maupun menaikkan harga. Pemerintah Kota Balikpapan harus melakukan pengawasan.

“Jika stok aman maka jangan melakukan penimbunan. Karena jika melakukan penimbunan maka ada undang-undangnya,” ujarnya.

DPRD Balikpapan berjanji bersama instansi terkait khususnya Dinas Perdagangan akan melakukan sidak untuk memastikan ketersediaan Sembako. “Kita akan cek ke gudang-gudang itu, stoknya aman gak, kalau kosong diisi,” ujarnya.

“Kalau aman jangan ditimbun, jangan manfaatkan situasi untuk mencari keuntungan. Melakukan penimbunan ada sanksinya,” kata Thohari. #

Wartawan: Yudha

Comments are closed.