BERITAKALTIM.CO- Sorotan tajam pengelolaan Stadion Utama Palaran yang terbengkalai, dijawab Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan membersihkan lingkungan stadion yang pernah jadi sarana pertandingan PON (Pekan Olahrga Nasional) tahun 2008 itu.
Dinas Pemuda dan Olahraga selaku OPD yang mengelola kompleks melakukan pembenahan dengan menggunakan angggaran pemeliharaan dari APBD Kaltim. Semak belukar yang tumbuh liar dan merusak pemandangan di sekitaran stadion, sudah dibersihkan.
Selain itu kawasan komplek stadion mulai ditanami pohon buah-buahan lokal seperti mangga, rambutan, kelengkeng, jambu, jeruk, durian hingga elai. Ada ribuan bibit ditanam, dengan harapan beberapa tahun kemudian sudah ada hasilnya.
“Ya, pengelolaan stadion tak hanya nyaman dilihat, namun juga bagaimana masyarakat dapat memanfaatkannya untuk berolahraga ataupun aktifitas lainnya, seperti di Sempaja,” ucap Gubernur Kaltim Isran Noor, didampingi Kadispora Kaltim Agus Tianur, baru-baru ini.
Selanjutnya, secara bertahap pengelolaan dan pengembangan Stadion Utama Palaran dilakukan, seperti pengecatan gedung dan menyediakan penerangan bertenaga surya di sekitaran kompleks stadion.
“Ini adalah asset yang tetap menjadi perhatian serius oleh Pemprov Kaltim. Namun demikian, untuk secara khusus memfokuskan pengembangan pembangunan stadion tersebut agar lebih baik, tentu tidak mudah, karena pembangunan di bidang lain juga harus dilakukan,” jelasnya.
Karena lanjutnya, banyak juga fasilitas umum yang perlu diperhatikan atau kebutuhan dasar masyarakat. Misal, tempat ibadah, sekolah, dan fasilitas kesehatan masyarakat.
“Alhamdulillah saat ini OPD terkait di lingkungan Pemprov Kaltim sudah saling bekerja sama. Contohnya, Dispora Kaltim dengan Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura telah menyumbangkan bibit pohon buah-buahan kurang lebih 500 bibit bahkan sudah berbuah. Kemudian BPSDM juga menyumbangkan 250 bibit pohon. Terakhir Dinas Kehutanan 5.000 bibit pohon,” jelasnya.
Melalui kerja keras dan kekompakan tersebut, Isran memohon doa seluruh masyarakat Kaltim, agar semua yang ditanam itu hidup dan bisa terawat dengan baik, maka ke depan, selain stadion itu untuk masyarakat berolahraga, namun juga dapat menjadi wisata buah untuk masyarakat.
Tahun ini, guna mendukung kegiatan masyarakat di sekitar Stadion Palaran, akan dibangun jogging track kurang lebih panjangnya 3 kilometer dengan lebar 1,5 meter dengan mengelilingi sepanjang stadion utama.
“Kalau ada yang bilang Stadion Utama Palaran hingga sekarang tidak bermanfaat atau berfungsi, tentu tidak tepat. Bahkan, setiap penyelenggaraan tingkat provinsi, terutama cabang olahraga senam. Di mana pun penyelenggaranya, maka pertandingannya di Stadion Utama Palaran Samarinda,” tegasnya.
Belum lagi anak-anak Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim yang rutin berlatih disana setiap harinya.
“Jadi, jika dibilang tidak berfungsi ya tidak juga, masih berfungsi. Lapangan softball masih bagus. Hanya saja, ada alternatif di Segiri yang juga masih berfungsi baik, sehingga pecinta olahraga ini lebih memilih disana, karena kedekatan dan kemudahan akses,” lanjutnya. #
Wartawan: Charle