BERITAKALTIM.CO – Partai Golkar Samarinda mulai agresif menjaring koalisi untuk maju dalam Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak 27 November 2024. Bermodal 8 kursi DPRD, kader-kader Beringin mendatangi sekretariat Partai Demokrat di Jalan PM Noor Sempaja Samarinda.
Partai Demokrat sendiri pada Pemilu Legislatif 14 Februari 2024 berhasil meraih 4 kursi DPRD Samarinda. Seperti dalam syarat undang-undang, partai politik atau koalisi parpol bisa mengusung calonnya dengan syarat 20 persen kursi DPRD. Karena di DPRD Samarinda terdapat 45 kursi, maka syarat minimum adalah 9 kursi.
Pertemuan dua partai politik itu berlangsung Rabu (24/4/2024). Penjajakan diakui masih dalam tahap komunikasi menghadapi dinamika politik di Kota Samarinda. Kader-kader Golkar pada kesempatan itu mengambil formulir pendaftaran calon wali kota (Cawali), yang diperuntukkan bagi Nidya Listiyono.
Sebelumnya, Nidya yang sekarang jabatannya Plt Ketua DPD Partai Golkar Samarinda dan juga anggota DPRD Kaltim, sudah mengambil formulir pendaftaran cawali di sekretariat Golkar.
“Kami insya Allah jalin komunikasi buat partai koalisi karena parpol kita di nasional ada koalisi, semoga berlanjut sampai di kota ini. Kita akan bicarakan minimal demokrat dan golkar bisa berkoalisi,” ungkap Andi Saharuddin, Ketua Penjaringan DPC Partai Golkar Samarinda, Rabu, (24/4/2024).
Kedatangan tim dari Golkar disambut Ketua DPC Partai Demokrat Samarinda Muhammad Barkati dan sejumlah pengurus lainnya. Karena sifatnya masih penjajakan, maka perbincangan masih berkutat bagaimana mewujudkan koalisi itu sampai benar-benar terjadi menjadi parpol pengusung.
Masing-masing parpol juga menyampaikan tahapan-tahapan dan mekanisme pencalonan Cawali maupun Cawawali.
Menurut Andi Saharuddin, sebelumnya dari Partai Demokrat sudah datang ke sekretariat Partai Golkar untuk mengambil formulir pendaftaran. Dari komunikasi tersebut akhirnya berkembang, di mana calon-calon kader Golkar akan menyambangi Partai Demokrat untuk penjajagan koalisi.
Menurut Andi Saharuddin, penjaringan yang dilakukan oleh Golkar ada 3 tahapan survei. Setelah mendapat hasil survei popularitas dan elektabilitas, hasilnya dikirimkan ke pengurus DPP Partai Golkar untuk kemudian ditetapkan sebagai calon Partai Golkar.
“Artinya, sudah bagus demokrat cepat usung nama siapa. Kemudian kirim ke DPP. Kemudian akan disurvei. Siapa yang direkomendasikan, siapa maju di Samarinda untuk calon walikota dan wakil wali kota,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Partai Demokrat Muhammad Barkati dan Ketua Penjaringan DPC Partai Demokrat Samarinda, Andriansyah, menyambut kunjungai kader-kader Partai Golkar ke sekretariat mereka.
“Prinsipnya penting buat kami berkomitmen berkoalisi itu yang paling penting. Berkoalisi secara solid siapapun yang akan diusung, siapa yang bisa menang. Karena harus menang, tidak ada kalah,” tutur Andriansyah.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Aan ini mengatakan, nantinya calon bakal wali kota dan wakil wali kota akan dirumuskan bersama. Setelah pertemuan itu, pihak partai Demokrat akan melanjutkan mendatangi Golkar dan menyerahkan formulir pendaftaran.
“Sementara ini baru dari partai golkar. Tapi kita tetap membuka komunikasi dengan partai lain,” ungkapnya.
Dinamika politik untuk Pilkada Samarinda masih dinanti-nantikannya sikap Andi Harun, apakah akan maju di Pilwali Samarinda atau memutuskan naik ke level provinsi maju sebagai calon Gubernur Kaltim. Namun dalam kalkulasi para politisi, Andi Harun bakal maju kembali di Pilwali Samarinda, sehingga barometer dan target yang digulirkan masing-masing parpol adalah mengalahkan Andi Harun. #
Reporter: Yani | Editor: Wong