BeritaKaltim.Co

Isran Noor Ungkap Peran Besar Kabupaten Mahulu dalam Demokrasi dan Lingkungan Hidup

BERITAKALTIM.CO – Calon Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut 1, Isran Noor, dalam kampanye terbarunya di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), menekankan pentingnya peran kabupaten termuda di Kaltim ini dalam menjaga demokrasi dan lingkungan hidup.

Saat berbicara di Balai Adat Long Hubung, Isran Noor menyoroti marwah demokrasi yang dimiliki Mahulu meskipun jumlah pemilihnya tergolong kecil dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kaltim 2024.

“Dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Mahulu memiliki 27.869 pemilih, jauh lebih sedikit dibandingkan kabupaten/kota lain yang mencapai ratusan ribu. Namun, bagi saya, sedikitnya jumlah pemilih tidak mengurangi harga diri mereka. Setiap suara memiliki nilai yang sama dalam demokrasi,” tegas Isran Noor.

Tidak hanya dalam demokrasi, Isran Noor juga mengapresiasi peran Mahulu dalam program transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Kabupaten ini, menurutnya, memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga kelestarian hutan, yang berdampak langsung pada upaya global mengurangi emisi karbon.

Isran menyinggung kesepakatan perdagangan karbon yang melibatkan Kaltim dan sejumlah negara maju, serta kerja sama dengan World Bank dalam program pengurangan emisi.

“Kaltim merupakan provinsi pertama di Indonesia yang menerima dana karbon dari Bank Dunia, hasil dari pengurangan emisi karbon yang diukur secara ekonomi. Dana ini merupakan insentif bagi upaya menjaga kelestarian hutan, termasuk di Mahulu,” jelas Isran.

Dalam perjalanannya menuju Mahulu, Isran menyoroti betapa pentingnya hutan di sepanjang sungai hulu Mahakam.

“Banyak hutan masih terjaga, dan itu menjadi produsen karbon. Mahulu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan global,” tambahnya.

Pada tahun 2021, Kaltim berhasil melampaui target dengan pengurangan emisi sebesar 30 juta ton karbon, yang kemudian menghasilkan dana karbon sebesar USD 20,9 juta atau setara Rp300 miliar dari Bank Dunia.

Dana tersebut dialokasikan untuk kabupaten/kota di Kaltim, termasuk Mahulu yang menerima Rp17,38 miliar. Dana ini akan diberikan kepada desa, kelurahan, dan kelompok masyarakat adat yang berperan aktif menjaga hutan.

Isran Noor menekankan, meskipun Mahulu memiliki populasi yang relatif kecil, peran kabupaten ini sangat besar dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan, yang berdampak langsung pada kehidupan di planet bumi.

“Jumlah penduduk yang sedikit tidak mengurangi peran besar Mahulu dalam menjaga hutan dan lingkungan. Ini adalah kontribusi penting bagi masa depan bumi,” pungkasnya.

Dengan potensi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan dan perannya dalam demokrasi, Kabupaten Mahulu di bawah sorotan Isran Noor menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu tergantung pada jumlah, tetapi pada kualitas dan kontribusi yang diberikan. #

Reporter : Yani  |  Wong

Comments are closed.