BERITAKALTIM.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Bontang memperkuat kerja sama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Kolaborasi ini difokuskan pada sosialisasi kepada orang tua serta penguatan peran guru, khususnya guru bimbingan konseling (BK), dalam mendeteksi potensi penyalahgunaan sejak dini tanpa menimbulkan stigma di lingkungan sekolah.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan saat ini masih menitikberatkan pada edukasi dan sosialisasi, terutama kepada orang tua siswa.
“Fokusnya masih pada sosialisasi, khususnya kepada orang tua. Kalau ke anak-anak, sifatnya umum saja, karena ada risiko jika terlalu spesifik justru memicu saling curiga hingga berujung perundungan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, pendekatan yang hati-hati diperlukan agar upaya pencegahan tidak menimbulkan dampak sosial baru di kalangan pelajar, seperti stigma atau bullying terhadap teman sebaya.
Ia juga menyoroti meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran narkoba yang kini mulai menyasar anak-anak sebagai pengguna, bukan sekadar perantara seperti yang terjadi sebelumnya.
“Kalau dulu anak-anak hanya dimanfaatkan sebagai pengantar atau terpapar zat ringan seperti lem atau obat-obatan tertentu. Sekarang kalau sudah menjadi pengguna, ini sangat memprihatinkan dan menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BNN Bontang, Lulyana Ramdhani, menegaskan bahwa peran guru BK menjadi kunci dalam mendeteksi gejala awal penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
“Dengan keterlibatan guru BK, deteksi dini bisa dilakukan lebih cepat. Jika ditemukan indikasi, penanganannya dilakukan secara tertutup,” jelasnya.
Ia menambahkan, siswa yang terindikasi akan diarahkan menjalani rehabilitasi jalan tanpa diketahui oleh teman-temannya, guna menjaga kondisi psikologis dan menghindari stigma sosial.
“Dengan kerja sama ini, Disdikbud dan BNN Bontang berharap upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif, dengan tetap mengedepankan pendekatan edukatif, humanis, dan ramah anak,” tukasnya.
ANTARA WONG
Comments are closed.