BeritaKaltim.Co

Muscab HIPMI Samarinda Dipersoalkan Rifyanto Bakrie

SAMARINDA, beritakaltim.co- Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Samarinda 28 Januari 2020 telah memilih ketua H Rasyid Abdurahman. Namun di mata Rifyanto Bakrie yang mengklaim masih sebagai Sekretaris Umum Hipmi Kota Samarinda, pelaksanaan Muscab cacat hukum.

Rifyanto menceritakan, dia kaget dengan sudah digelarnya Muscab di salah satu cafe dan resto di Jalan Juanda Kota Samarinda. Sebab Muscab itu digelar di luar kesepakatan yang sudah dibuat antara Badan Pengurus Cabang (BPC) Samarinda dengan Badan Pengurus Daerah (BPD) Kaltim.

“Sebenarnya antara BPC dan BPD telah ada kesepakatan. Jadi ada dua kali pertemuan antara BPC dalam hal ini saya dengan BPD dalam hal ini bidang OKK, bahwa akan ada musyawarah cabang (Muscab) kota samarinda antara tanggal 31 januari sampai 1 februari 2020. Namun tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba terjadi Muscab dan ketua sudah terpilih. Jadi saya sebagai Sekertaris BPC kaget, artinya bisa kita simpulkan bahwa pelaksanaan muscab itu tidak sesuai dengan kesepakatan,” urainya saat ditemui awak media disalah satu hotel di Kota Samarinda, Rabu (29/01/2020).

Melihat musyawarah cabang dilaksanakan dengan mendadak, pihaknya menduga telah terjadi pelanggaran administrasi dan AD/ART organisasi.

“Biasanya dalam muscab itu harus ada penjaringan bakal calon serta perangkat-perangkat yang dibentuk, seperti SC dan OC, kemudian ada tatib dan lain-lain dan bisa kita simpulkan muscab kemarin cacat hukum,” tambahnya.

Lebih jauh Bakrie menegaskan bahwa HIPMI merupakan organisasi kader sehingga yang berhak masuk menjadi ketua itu harus kader.

“Saya sendiri tidak tahu yang terpilih kemarin siapa dan lagi-lagi saya menduga ini cendrung dipaksakan. Jangan sampai ada orang lain masuk dan main tabrak-tabrak. Untuk langkah selanjutnya kami dari BPC kota samarinda telah berkoordinasi dan bersurat resmi ke BPD dan ditembuskan ke badan pengurus pusat terkait kejadian yang ada di kota samarinda,” bebernya.

Ketika Wartawan beritakaltim berusaha mengkofirmasi ketua terpilih dalam muscab yang dinilai melanggar hukum tersebut, yakni H. Rasyid Abdurahman, namun sampai malam tadi belum memberikan tanggapan. #

Wartawan: Heriman

Comments are closed.