OJK Kaltim Akui Belum Maksimal Sosialisasi Soal Investasi

oleh -730 views

ojk-dipimpin-3-ceoSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur (Kaltim) mengakui sepanjang tahun 2014 lalu belum maksimal melakukan sosialisasi terkait persoalan investasi ke masyarakat. Pasalnya, mereka masih sibuk melakukan pembenahan internal. Meski demikian, mereka menargetkan kerja sosialisasi akan dimaksimalkan di tahun 2015.

“Kantor kita masih menumpang di Bank Indonesia. Masih banyak pembenahan internal, terutama tata kelola organisasi. Makanya, di 2014, sosialisasi OJK ke masyarakat Kaltim belum maksimal. Di 2015, kita maksimalkan sosialisasi itu,” kata Kepala Kantor OJK Kaltim, Dedy Patria, kepada wartawan, Jumat (2/1/2015).

Sejumlah rencana sosialisasi pun disusun agar masyarakat lebih mengenal OJK dan terhindar dari investasi bodong. Kerjasama dengan berbagai lembaga maupun lapisan masyarakat juga dilakukan.

“Ini agar warga semakin pintar, semakin baik mengelola keuangan. Memilih investasi yang tepat, bukan sekedar investasi dengan iming-iming bagi hasil tinggi, tapi nyatanya bodong,” tambahnya.

Dedy menyatakan, investasi yang marak dilakukan di Kaltim adalah investasi emas. Sejumlah kasus terkait investasi ini juga ditemukan sehingga banyak warga tertipu.

“Kita ingin menyadarkan masyarakat, salah satu ciri perusahaan investasi yang baik itu adalah terdaftar di OJK. Kita punya berbagai saluran yang bisa diakses oleh masyarakat untuk mengetahui kebenaran perusahaan investasi itu,” kata Dedy.

Bahkan OJK Kaltim sudah memiliki Mobil Literasi Edukasi, biasa disingkat Molek, untuk memudahkan masyarakat bagaimana memahami  investasi. Jangan sampai, kata dia, masyarakat mudah tertipu.

“Banyak masyarakat tertipu, menginvestasikan uangnya dengan janji bagi hasil, tapi nyatanya investasi bodong. Uang sudah disetor, tapi perusahaannya kabur beserta kantor-kantornya,” ujar Dedy sambil tertawa.

“Di awal kita harus cerewet jika ada yang menawarkan investasi. Tanya sedetail mungkin. Jangan nanti ada masalah baru ribut,” pesannya.#aw