MALINAU, BERITAKALTIM.com- Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Triyono Budi Sasongko membuka jambore PKK dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-43 tingkat Kabupaten di Kabupaten Malinau, Kaltara. Acara tersebut ditandai dengan pemukulan gong.
Dalam sambutannya, Triyono mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dapat memberikan pendidikan bagaimana mengelola kesejahteraan keluarga . Sehingga dengan begitu, dapat memajukan keluarga dalam tataran PKK.
“Melalui kegiatan inilah, sudah seyogyanya kita dapat memberikan pendidikan yang baik kepada anak2 usia dini,” kata Triyono.
Selain itu, kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi wadah silaturahmi antar penduduk desa di Kabupaten Malinau. Hingga dapat menimbulkan kebersamaan antar warga desa. “Jika ini digerakan, maka akan ada kebersamaan,” lanjut Triyono.
“Forum seperti ini sangat penting dalam membangun untuk masa depan kabupaten malinau,” sambung Triyono.
Keempat, memberikan penghargaan kepada para kader yang telah jauh2 datang.
Acara ini juga harus digelar setiap tahunnya. Dia pun menegaskan, tidak ada artinya pemerintah, tanpa adanya dukungan masyarakat.
Dia mengimbau kepada semua pihak, agar meningkatkan kebersamaan dalam rangka membangun Kaltara. “Kemajuan dan kemandirian sebagai sasaran pembangunan tidak hanya terlihat dari semangat kebersamaan. Melainkan juga menunjukan sifat seseorang dalam suatu masyarakat. Berkaitan dengan masalah sikap, adalah persoalan budaya,” ungkap Triyono.
Konsep pembangunan yang bertumpu pada pemberdayaan masyarakat sebenarnya menetapkan sikap yang harus di dasari kebudayaan asli nusantara. “Itu merupakan warisan nenek moyang bangsa ini yang harus dijaga oleh generasi selanjutnya,” ungkapnya.
Padahal, nilai-nilai adat tersebut mencerminkan kebersamaan yang menjadi dasar kehidupan masyarakat di Indonesia yang bermuara pada kesejahteraan. “Itu dapat ditemukan di Indonesia tanpa terkecuali di Kaltara,” urainya lagi. Sehingga dengan adanya jambore PKK tersebut, dapat mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada.
Namun, kondisi kebersamaan itu dalam kurun waktu belakangan ini sedikit memudar. Atas dasar itulah, Pemprov mengupayakan bentuk kegiatan yang melibatkan seluruh masyarakat untuk membangun kebersamaan.
PKK merupakan organisasi, yang kadernya dari pusat hingga akar rumput memiliki kader. Dan mereka pun diharuskan untuk bersikap mandiri, agar mampu mandiri. #hmsprov