BeritaKaltim.Co

Sakit, Tapi ke Moskow

GUBERNUR KALTIM KE RUSIABaru saja sebagian masyarakat Indonesia marah karena aksi Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon hadir diacara calon kandidat Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Karena itu bukan kunjungan negara, sementara mereka adalah wakil rakyat yang berangkat ke negeri Paman Sam itu menggunakan uang negara.

Rakyat kita, selalu sinis kalau melihat para pejabat berangkat ke luar negeri. Ini karena sudah sering terbuktikan, perjalanan dinas itu tidak membawa hasil yang signifikan bagi kemajuan bangsa. Kesannya, malah, keberangkatan ke luar negeri hanyalah plesiran saja.

Nah, disuasana sinisme masyarakat menyaksikan wakil rakyat menemui kandidat Presiden Amerika Serikat, dari Kaltim muncul cerita perjalanan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ke Moskow, Rusia. Dalam perjalanan selama 12 hari itu terdapat rombongan sebanyak 12 orang. Tentu, semua menggunakan uang negara juga, APBD Kaltim.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak saat ini diketahui sedang dalam masa penyembuhan dari sakit yang dideritanya hampir setahun ini. Dokter memvonisnya terkena bellpalsy — sejenis penyakit yang menyebabkan kelumpuhan wajah akibat disfungsi saraf kranial VII (saraf facialis).

Awang Faroek Ishak disarankan menjalani terapi. Itu sebabnya ia sering bolak-balik menjalani hydroterapy di Hotel Sanur Beach, Bali atau di Spa & Resort, kawasan Lembah Gunung Tangkuban Perahu, Jl. Raya Ciater, Subang Jawa-Barat.

Kondisi kesehatannya ketika memutuskan berangkat ke Moskow, ia masih berada di kursi roda. Sementara untuk membantu pergerakannya, ia harus dibantu oleh ajudan dan dokter pribadi yang terus menyertainya kemanapun berada.

Entah apa yang mendorong harus bepergian dinas ke luar negeri. Sebab, dalam posisi seperti itu banyak yang menyarankan sebaiknya Awang Faroek Ishak beristirahat agar tersedia waktu untuk pemulihan. Toh, ada Wakil Gubernur Kaltim Mukmin Faisyal yang akan menghandel aktivitas dinasnya di pemerintahan.

Aktivis masyarakat sipil di Kota Samarinda mengecam keberangkatan ke Rusia itu. Begitu juga beberapa anggota DPRD Kaltim. Malah para legislator itu berjanji untuk menggunakan hak mereka, memanggil eksekutif untuk menanyakan apa urgensinya ke Rusia.

Hubungan Kaltim-Moskow sebenarnya bukan hal baru. Dalam catatannya, setidaknya sejak tahun 2011 silam. Dimulai saat Rusia mengumandangkan minatnya berinvestasi kereta api di Kalimantan. Ketika itu, pemerintahan SBY sedang menyusun MP3EI (Master Plant Perencanaan Pembangunan Percepatan Ekonomi Indonesia).

Pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada ajang Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Bali tahun 2012 silam kian mengukuhkan rencana investasi itu. Waktu itu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sumringah, karena salah satu mimpinya agar daerah punya transportasi kereta api akan terwujud. Sebelumnya, ada kabar juga kalau Uni Emirat Arab juga membangun rel kereta api di Kutai Timur.

Kaltim kemudian terus berusaha keras merajut hubungan dengan Moskow. Selasa (7/2/2012) di Jakarta, Pemerintah Kalimantan Timur dan JSC Russian Railways menandatangani nota kesepahaman pembangunan jaringan rel kereta api sepanjang 240 kilometer. Rencananya, kata berita di media, JSC menanamkan modal sebesar hampir Rp24 triliun dan memulai pembangunan pada 2014 dan direncanakan bisa mulai digunakan pada 2017.

Usai itu, kabar dari Rusia redup. Tapi Gubernur Kaltim seperti tak mau kehilangan muka malah semakin agresif. Rombongan yang dipimpin Awang Faroek ishak bersama Pj Gubernur Kaltara yang juga Sekdaprov Kaltim Irianto Lambrie, pada tanggal 3 hingga 12 November 2013 bertolak ke Rusia.

Dari pertemuan itu, konon katanya, Rusia semakin terpikat dengan Kaltim. Seperti dipromosikan Awang Faroek ke masyarakat Kaltim, selain ingin berinvestasi di pembangunan rel kereta api Rusia menjajaki membangun PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Kaltim. #
Berikutnya.. Karpet Merah untuk Rusia

Comments are closed.