Gemuruh “Angket” di Karang Paci
Keberangkatan rombongan Gubernur Kaltim ke Rusia membuat kaget sebagian anggota DPRD. Sebab ada agenda parlemen dengan pemerintah, pembahasan APBD 2016.
Dari gedung DPRD Kaltim di Karang Paci Samarinda, beberapa anggota legislatif mulai kesal. Karena ada agenda pembahasan APBD Kaltim yang mestinya dihadiri kepala dinas dan ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak dapat dilaksanakan.
Masalahnya, sejumlah pejabat itu termasuk yang di dalam rombongan gubernur berangkat ke Moskow, Rusia. Konon, di negeri itu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ingin memastikan kembali rencana pembangunan rel kereta api yang sudah pernah dijalin Mou (kesepahaman) antara kedua belah pihak tahun 2012 silam.
Agenda lain, untuk mengetahui bagaimana rencana Rusia yang ingin membangun PLTN di Kaltim. Sekaligus untuk melihat universitas di Kremlin Moskow, di mana tahun 2016 nanti ada 20 mahasiswa Kaltim belajar tentang pembangkis listrik tenaga nuklir di sana. Saat ini, ada 100 mahasiswa Kaltim belajar perkeretaapian di Moskow State University of Railway Engineering.
Jalinan kerjasama Kaltim-Moskow yang terajut sejak 2011 lalu, memang belum juga menunjukkan hasil. Investasi rel kereta api oleh Rusia yang disebut-sebut menelan biaya Rp24 Triliun, tak juga terealisasi. Yang terjadi adalah sikap agresif Kaltim menyekolahkan mahasiswanya ke negeri itu. Mereka dibiayai oleh beasiswa cemerlang untuk menimba ilmu di sana.
Rupanya, suasana itu yang membuat beberapa anggota DPRD Kaltim kesal. Pasalnya, belum jelas realisasi investasi rel kereta api, sekarang ada lagi soal rencana membangun PLTN.
Adalah Syafruddin dari Fraksi PKB yang spontan melontarkan gagasan hak angket dan interpelasi. Gagasan itu kemudian disambut Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu.
“Kami mempertanyakan motif kunjungan Gubernur dan jajarannya tersebut ke Rusia,” ujar Baharuddin Demmu.
Hak Angket dan Interpelasi adalah salah satu instrumen yang bisa digunakan oleh anggota DPR / DPRD untuk memanggil eksekutif untuk menanyakan sesuatu yang dirasakan bertentangan dengan aturan. Namun pengajuan hak tersebut harus mendapat persetujuan dari anggota DPRD lainnya.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kaltim menilai, kunjungan Gubernur Awang Faroek Ishak ke Rusia kurang bijaksana karena sebagai pemimpin meninggalkan tanggung jawabnya, ketika banyak persoalan di daerah perlu penanganan serius.
“Sebagai seorang pemimpin, semestinya gubernur lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat yang lebih mendesak untuk diselesaikan, salah satunya masalah kabut asap akibat pembakaran lahan hutan,” ujar Ketua PKB Kaltim itu.
Apalagi, Presiden RI Joko Widodo telah menginstruksikan kepada seluruh gubernur dan kepala daerah di Pulau Kalimantan untuk segera mencarikan solusi pencegahan kabut asap yang sudah menjadi persoalan nasional.
“Apa tidak lebih baik gubernur membentuk tim untuk mencari titik-titik api dan segera melakukan pencegahan dibandingkan dengan melakukan kunjungan ke luar negeri yang belum jelas manfaatnya,” jelas Udin, sapaan akrab Saffrudin.
Menurut Udin, kunjungan Awang Faroek ke luar negeri ini merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu empat bulan terakhir, setelah sebelumnya bersama rombongan Pemprov Kaltim juga berkunjung ke Spanyol.
“Hingga saat ini apa yang didapatkan Pemerintah Provinsi Kaltim dari kunjungan kerja ke Spanyol belum dilaporkan kepada dewan, tapi sekarang mereka sudah melakukan kunjungan ke luar negeri lagi,” jelasnya.
Fraksi PKB juga menilai apa yang dilakukan Gubernur Awang Faroek Ishak merupakan bentuk pendzoliman terhadap rakyat Kaltim yang sedang dirundung masalah kabut asap dan persoalan lainnya.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Saefudin Zuhry sependapat dengan Syafruddin. ia menegaskan bahwa banyak hal penting dan mendesak yang harus dituntaskan Pemprov Kaltim, salah satunya jadwal pengesahan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun 2016.
Bagaimana nasih pengajuan hak Angket?
Banyak warga Kaltim meragukan keberanian anggota DPRD Kaltim. Sebab, usulan Fraksi PKB dan juga diaminkan oleh PAN baru sebatas gertak sambal. Sebagian anggota DPRD Kaltim lainnya malah mendukung saja apa yang dilakukan gubernur Awang Faroek Ishak.
Ketua DPRD Provinsi Kaltim HM Syahrun malah menilai kunjungan Gubernur ke Rusia positif, karena menindaklanjuti pembahasan investasi rel kereta api dan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
“Ya saya kira itu hal yang positif. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam hal pelambatan ekonomi sekarang ini. Bagaimana investor bisa masuk ke Kaltim,” katanya.
Pembangunan kereta api, kata Alung yang juga berasal dari pengusaha itu, bisa membawa dampak pertumbuhan ekonomi yang melambat teratasi.
“Inikan dalam rangka menarik investasi-investasi ke Kaltim. Dan perwakilan dari Rusia sudah beberapa kali ke sini pembahasan kereta api dan listrik tenaga nuklir. Ini hanya bagian dari berbagai hal kerjasama,” ujarnya.
Tetang pembahasan APBD 2016 yang sempat tertunda gara-gara keberangkata itu, Haji Alung mengatakan masih bisa selesai bulan Oktober 2015. “Saya jamin, Oktober selesai pembahasan. Dalam aturan Permendagri pembahasan anggaran murni diselesaikan bulan November,” tutupnya. #loh
===========================================================================================
Comments are closed.