BeritaKaltim.Co

Sakit, Tapi ke Moskow

Saya Izin Presiden

Usai Sholat Iduladha dimanfaatkan Gubernur Kaltim untuk menjawab berita-berita tentang kunjungannya ke Moskow, Khazastan dan Uzbekistan, Rusia.

GUBERNUR KALTIM KE RUSIADi depan jamaah, Awang Faroek mengatakan, kunjungannya ke negara Republik Federasi Rusia benar-benar kunjungan kerja. Bukan plesiran seperti yang dimuat beberapa media. Kunjungan itu sebagai upaya menjalin hubungan antara Kaltim-Moskow yang telah berlangsung sejak perjanjian kerja sama antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat ini dilanjutkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Kunjungan itu betul-betul kunjungan kerja. Jadi kalau ada berita-berita yang mengatakan pelesiran, itu saya bantah dan tidak benar, itu berita menyesatkan yang tidak boleh diterima masyarakat,” tegas Awang Faroek Ishak di Masjid Al Mu’min Komplek Lamin Etam Samarinda.

Tentang semua keberangkatannya selama hampir 2 minggu itu, Awang Faroek bahkan mengucapkan kata “demi Allah” bahwa semua sudah sesuai aturan, dan sudah seizin Presiden Joko Widodo melalui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

“Jadi kunjungan yang kami lakukan bukan kunjungan yang bebas, dan tidak mungkin seorang gubernur melakukan kunjungan kerja ke luar negeri tanpa seizin presiden,” tuturnya.

Dikatakan, hasil kunjungan kerja yang dilakukan sudah dilaporkan kepada beberapa menteri, dan ternyata para menteri memberikan apresiasi dan menghargai kunjungan kerja di Rusia, khususnya untuk kepentingan tindak lanjut kerja sama dalam pembangunan perkeretaapian di Kaltim. Di samping juga untuk peningkatan persahabatan antara Pemerintah Indonesia dan Rusia.

Awang juga menceritakan dalam kunjungan kerja ke Rusia, pihak Russian Railways setuju untuk mengubah yang tadinya hanya mengangkut batu bara, menjadi mengangkut sumber daya alam (SDA) sehingga kereta api yang dibangun tidak hanya untuk bisa membawa batu bara tetapi juga bisa membawa crude palm oil (CPO) dari perkebunan kelapa sawit, kayu hasil hutan tanaman industri, serta sumber daya alam lainnya.

“Selain itu juga memungkinkan kereta api tersebut nantinya juga bisa mengangkut penumpang,” ujarnya.

Awang mengatakan dengan pelaksanaan proyek perkeretaapian diharapkan konektivitas antardaerah di seluruh Kaltim harus terealisasi dengan baik, itu semua tidak lain untuk kepentingan rakyat Kaltim. Awang mengatakan, Russian Railways juga bertekad untuk membangun kawasan industri Kariangau di Balikpapan dan Industri Buluminung di PPU, serta beberapa proyek lainnya di Kaltim.

“Lebih Rp 500 triliun yang akan dikucurkan pihak Russian Railways di Kaltim,” kata Awang

Di samping itu, lanjutnya, dia berhasil meyakinkan pihak Rosatom, yang merupakan salah satu lembaga nuklir atom di Rusia agar di Kaltim juga bisa berdiri pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang sangat berguna untuk bidang kesehatan dan bidang lainnya baik untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan serta bidang lainnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut gubernur bertemu dengan Duta Besar Rusia dan 50 pelajar Kaltim yang mengikuti pendidikan teknologi perkeretaapian di Rusia. Semua pelajar Kaltim ditempatkan dalam satu asrama yang dijamin oleh Pemerintah Rusia melalui Russian Railways. #kp

Comments are closed.