BeritaKaltim.Co

Sakit, Tapi ke Moskow

Karpet Merah untuk Rusia

Kabar adanya investasi Rusia ke Kalimantan Timur sudah santer sekali diberitakan media nasional dan internasional. Sayangnya belum ada action di lapangan.

LAPUT Gubernur Kalimantan Timur menandatangani MoU pembangunan rel kereta apiKantor berita Reuters, 9 Pebruari 2012 terdeteksi memberitakan rencana Rusia itu. Nama perusahaannya Russian Railways. Ini perusahaan negara yang ingin membangun jalur rel kereta api, mulai dari Pelabuhan Balikpapan terus ke Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser, menembus Kutai Barat dan perbatasan Kalteng sepanjang 240 Kilometer.

Ada progressnya, karena tahun 2013 muncul pula berita-berita di media kalau orang-orang Moskow itu sudah mendirikan perusahaan Indonesia, yakni PT Kereta Api Borneo (KAB). Muncul sebagai Presiden Direktur PT Kereta Api Borneo adalah Andrey Shigaev.

Survei udara pun sudah dilakukan Shigaev. “Kami yakin pembangunan rel kereta api ini akan mampu menjadi lokomotif kemajuan Kaltim khususnya dalam pembangunan jalur transportasi. Komitmen ini telah disampaikan Presiden Putin kepada Presiden SBY pada APEC di Bali,” kata Shigaev kepada wartawan, usai menghadap Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, kala itu.

Dari kertas kerja yang disodorkan Rusia, pembangunan rel yang diprediksi memakan biaya Rp24 triliun itu sudah dimulai tahun 2014 dan berakhir 2017. Itu berarti, Awang Faroek Ishak masih bisa melihat adanya transportasi itu di masa jabatannya sebagai gubernur.
Tak ada persoalan lagi. Silakan Rusia bekerja. Semua perizinan dibackup oleh Pemprov Kaltim. Termasuk jika mengalami kesulitan menyangkut lahan yang dilalui rel kereta api.

Walau tak ada lagi hambatan, ternyata Rusia tak muncul menjalankan progresnya. Sampai tahun 2015, harapan Gubernur Kaltim punya jalur transportasi baru, yakni kereta api, tak menjadi kenyataan. Padahal, harapan Awang Faroek, untuk tahap pertama jalur kereta api untuk mengangkut tambang batu bara. Kemudian untuk mengangkut hasil kelapa sawit dan hasil alam lainnya. Sampai kemudian diperuntukkan juga untuk transportasi penumpang.

Merasa yakinnya Kaltim, karena pembicaraan investasi kereta api sudah pada level dua negara. Antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pada ajang Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Bali tahun 2012 silam, pertemuan kedua pimpinan negara itu membuat sumringah Awang Faroek karena nama Kaltim disebut-sebut sebagai kawasan yang akan menerima kucuran investasi.

“Kita semua sepakat seluruh proyek Masterplan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) harus disukseskan. Apalagi, kedua kepala negara telah mengetahui dan menyepakati pembangunan rel kereta api Kaltim ini,” kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak saat menerima kunjungan Presdir PT Kereta Api Borneo, waktu itu.

Gerbong pemerintahan Awang Faroek Ishak langsung bergerak menyukseskan rencana itu. Titik-titik koordinat jalur yang bakal dilalui diperjelas agar dibantu membuat analisa dampak lingkungan. Pokoknya, Rusia dapat karpet merah dari Awang Faroek Ishak.

Bahkan untuk menyemangati rencana Rusia, rombongan dari Kaltim mendatangi para petinggi Russian Railways di Moskow. Kunjungan pertama dipimpin Awang Faroek Ishak bersama Pj Gubernur Kaltara yang juga Sekdaprov Kaltim Irianto Lambrie, pada tanggal 3 hingga 12 November 2013.

Penandatangan MoU dengan Rusia pada tahun 2012.
Penandatangan MoU dengan Rusia pada tahun 2012.

Dalam pertemuan itu, kata sebuah sumber, selain mengupdate rencana investasi rel kereta api, juga dibahas hal-hal lainnya. Termasuk diantaranya mengenai perlunya Kaltim menyiapkan sumber daya manusia yang memahami perkeretaapian. Ada juga dibahas tentang kemungkinan Kaltim membangun PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir).

Rusia mengajak Pemprov Kaltim memfasilitasi warganya sekolah di Rusia. Ya menyangkut kereta api, juga PLTN. Itu sebabnya, seolah tak mau menyia-nyiakan kesempatan sebanyak 100 mahasiswa Kaltim dikirim ke Moskow untuk belajar perkeretaapian. Kemudian untuk belajar nuklir, Pemprov merencanakan mengirim 20 mahasiswalagi tahun 2016. Semua dibebankan melalui beasiswa Cemerlang yang menjadi progam beasiswa Pemprov Kaltim.

“Pengiriman mahasiswa ke Rusia adalah bagian dari program Beasiswa Kaltim Cemerlang. Sebelumnya sudah ada 100 mahasiswa yang dikirim ke Rusia untuk belajar tentang perkeretaapian,” kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam keterangan tertulis yang dirilis Humas Pemprov, beberapa waktu lalu.

Karena kian lengketnya hubungan Kaltim-Moskow sehingga mendorong Gubernur Awang Faroerk Ishak bersama rombongannya berangkat lagi ke Moskow pada awal September 2015 lalu itu.

“Jadi, tahun ini kita lakukan terlebih dulu penjajakan di Rusia. Apabila kondisi pendidikannya bagus, maka kita akan kirim calon mahasiswa yang terpilih. Diharapkan setelah mereka kembali ke Kaltim mampu mengembangkan pengelolaan PLTN,” jelasnya.
Kaltim membangun PLTN ?

Rupanya ini rencana serius. Gubernur Faroek beralasan, hal itu sebagai bentuk antisipasi pascatambang batu bara yang kini produksinya terus berkurang. Ia melihat pemanfaatan tenaga nuklir untuk pembangkit listrik perlu dilakukan. Untuk rencana besar itu Pemprov Kaltim menyiapkan SDM yang mengoperasikan.

Kata Gubernur, Pemprov Kaltim sudah melakukan sejumlah kajian yang diperlukan untuk pembangunan PLTN yang rencananya berlokasi di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau atau di Kecamatan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Soal pemilihan kawasan pesisir, tujuannya untuk memudahkan pengangkutan material di awal pembangunan dan kemudian kemudahan menyampaikan pasokan segala kebutuhan.
Bahkan, lanjut gubernur, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) sudah menyampaikan dukungan atas rencana pembangunan PLTN yang prastudi kelayakannya sudah dilakukan sejak 2007-2009. #les

Berikut ini daftar rombongan Pemerintah Provinsi Kaltim ke Rusia September 2015 ini.

Comments are closed.