Mengapa kalau orang mengalami serangan jantung tidak bisa dibawa ke rumah sakit lalu dioperasi jam itu juga?
Jadi untuk operasi pilihannya adalah elektif. Kedua, operasi sekarang hanya untuk kasus yang kompleks. Misalnya, penyempitan di tiga pembuluh darah, atau pembuluh darahnya berkelok-kelok sehingga jika dipasang ring akan susah, atau pada masa lalu bagi orang yang tidak mempunyai uang sama sekali. Sekarang sudah ada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) maka barangkali sekarang sudah bisa, tapi tidak dianjurkan untuk operasi. Jadi untuk serangan jantung hanya PCI.
Beberapa kali saya mendengar pemain sepak bola di Italia ketika sedang bermain bola lalu pingsan dan meninggal karena penyakit jantung. Begitu juga di Wales dan Inggris. Mengapa bisa seperti itu karena atlet keadaan fisiknya okay dan pasti sering diperiksa namun masih bisa terkena penyakit jantung?
Jadi kita harus membedakan lagi serangan jantung karena penyempitan pembuluh darah koroner. Biasanya yang terjadi di lapangan, atlet yang meninggal akibat serangan jantung karena penyempitan pembuluh darah koroner. Itu terjadi hanya di Indonesia karena screening koroner bagi atlet di Indonesia masih sangat kecil atau belum baik. Jadi ada pasien juara binaraga pemegang medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) yang terkena serangan karena penyumbatan arteri koroner total. Itu karena pola makan.
Kalau ada atlet sepak bola meninggal di luar negeri, di sana screening-nya sudah bagus. Itu bukan karena penyempitan pembuluh darah koroner. Itu karena malignant arrhytmia. Aritmia yang sangat ganas yang menjadi gangguan listrik jantung. Itu sangat susah dicari. Jadi pada saat tertentu tiba-tiba listrik jantung bermasalah sehingga hanya bergetar.
Apakah itu karena kebanyakan atau kekurangan exercise atau karena nasib?
Overexercise atau olahraga yang keras atau denyut jantung yang terlalu cepat berpacu di lapangan. Pada orang normal kadang hanya menyebabkan aritmia yang tidak ganas seperti Supraventrikel takikardia (SVT). Namun pada kasus-kasus yang sudah memiliki gangguan listrik tertentu, itu akan menjadi hal yang berbahaya. Yang terjadi di luar negeri adalah kasus seperti itu, Jadi bukan penyempitan pembuluh darah tapi kita sebutnya Ventricular Fibrillation (VF). Jadi ventrikelnya hanya bergetar saja.
Bisakah emosi membuat orang terkena serangan jantung hingga meninggal?
Jadi prinsip serangan jantung di bidang koroner adalah orang berpotensi serangan jantung jika memiliki penyempitan dahulu. Penyempitan juga biasanya yang di atas 50-70%. Kalau sudah punya penyempitan 70%, ada hal yang bisa membuat serangan. Luka di plak akan terjadi pada saat peningkatan denyut jantung. Apapun yang membuat peningkatan denyut jantung bisa berpotensi membuat serangan jantung. Jadi jika ada penyempitan 60-70%, marah-marah bisa menyebabkan terjadi serangan. Kalau yang memiliki penyempitan 70% kesal di lampu merah, bisa saja terjadi serangan. Tapi jika pembuluhnya masih bagus maka bebas saja.
Misalnya, orang bekerja di sekretariat kabinet. Apakah orang tersebut lebih bisa terkena serangan jantung dibandingkan orang yang suka hura-hura?
Saya melihat dari sisi stress psikis. Penyempitan pembuluh darah jantung dipengaruhi oleh stress psikis. Orang yang banyak stress dan berpikir berat cenderung tercipta radikal bebas. Radikal bebas berperan penting dalam peradangan pembuluh jantung. Menurut saya, ada korelasi antara stress pekerjaan dan terjadinya penyempitan walaupun efeknya kecil. Namun kalau sudah memiliki penyempitan, tentu potensi serangan lebih besar pada orang yang lebih tinggi stress psikisnya.
Orang yang penuh emosi bisa menambah peredaran darah, apakah itu betul?
Emosi ada dua macam dan akibatnya akan berbeda. Kalau kita banyak senang, maka hormon endorphin akan membantu metabolisme dan memperbaiki sel. Itu mempengaruhi kesehatan ke arah positif. Sebaliknya yang negatif akan menimbulkan radikal bebas dan akan mempengaruhi kesehatan ke arah negatif. Jadi lawak merupakan hal yang bagus untuk kesehatan.
Jadi menangis dan ketawa akan berbeda pengaruhnya.
Beda. Kita yang lebih banyak ketawa dan bahagia akan lebih sehat.
Kata orang, kegiatan seks juga bagus untuk kesehatan. Tetapi ada orang yang meninggal saat sedang melakukan kegiatan seks dan ada yang menjadi sehat. Seharusnya melakukan atau tidak?
Ini pertanyaan yang bagus dan sering menjadi perhatian semua orang sepertinya. Kembali ke aktivitas yang dilakukan, jika membuat senang maka akan meningkatkan hormon endorphin. Kalau dilihat dari titik itu, berhubungan seks sangat sehat dan sama dengan olahraga. Olah raga dengan suasana hati apapun akan membuat sehat. Apalagi berolahraga dengan suasana hati yang sangat senang.
Yang kedua, kalau bagus dan sehat mengapa orang di tempat tidur ada yang meninggal? Prinsipnya kembali ke yang sebelumnya. Jika dia memiliki penyempitan lebih dari 70% atau punya Penyakit Jantung Koroner (PJK), pada saat melakukan hubungan terjadi peningkatan denyut jantung yang tinggi. Orang berhubungan seks akan meningkatkan denyut jantungnya. Intinya, bukan hubungan seks tetapi peningkatan denyut jantungnya. Biasanya diperburuk dengan obat-obatan.
Saya pernah operasi jantung dan saya berbicara dengan dokter tentang boleh atau tidak untuk melakukan kegiatan seks. Dia mengatakan boleh kalau dengan istri saya karena kalau dengan orang lain maka akan merasa bersalah. Yang penting melakukan hubungan seks tanpa merasa bersalah. Apakah itu ada betulnya atau tidak?
Ini berhubungan dengan adrenalin. Adrenalin akan keluar jika orang tersebut tegang suasana hatinya. Kalau orang mencuri, denyut jantungnya akan cepat naik. Orang dites kebohongan juga dilihat dari denyut jantungnya. Jadi jika berhubungan seks saja meningkatkan denyut jantung hingga 120, jika ditambah dengan rasa bersalah bisa mencapai 150.
Bagi Anda yang sudah pernah operasi atau sudah pernah dipasang ring, olah raga tidak menjadi masalah. Mau denyut jantung sampai 150 tetap tidak ada masalah tetapi disesuaikan dengan umur. Beberapa pasien bertanya apa saja yang bisa mereka lakukan. Saya memberikan nasihat untuk jalan sore. Jadi di atas 55 tahun, mau jungkir balik juga jantungnya akan baik-baik saja tetapi tulang belakang, pergelangan, lutut akan sangat berbahaya. Jantung yang sudah pernah operasi dan dipasang ring akan lebih baik daripada orang lain dengan penyempitan yang kadang tidak disadari.
Yayasan Perspektif Baru bekerjasama dengan Yayasan Konrad Adenauer memproduksi program PERSPEKTIF BARU, dimuat sebagai sindikasi empat koran se-Indonesia, yaitu Duta Masyarakat Surabaya, Harian Jogja, Joglo Semar Solo, B Magazine, Harian Pagi Siwalima dan Rimanews.com
Naskah ini merupakan transkrip wawancara radio yang disiarkan sindikasi ratusan stasion radio melalui Jaringan Radio KBR, Jaringan Radio Antero NAD, Bravo FM Palangkaraya, Gemaya FM Balikpapan, Metro RGM Purwokerto, Global FM Bali, Lesitta FM Bengkulu, Maya Pesona FM Mataram, Pahla Budi Sakti Serang, Poliyama FM Gorontalo, BQ 99 FM Balikpapan, Gita Lestari Bitung, Dino FM Samarinda, Genius FM Pare-Pare, Civica FM Gorontalo, Shallom FM Tobelo Maluku Utara, Marss FM Garut, Sangkakala FM Banjarmasin, M83 FM Kutai Kartanegara, RPFM Kebumen, BFM Bangka Belitung, Sehati FM Bengkulu, Gemma Satunama Yogyakarta, BPKB FM Gorontalo, Suara Pangaba Balikpapan, RDP Kutim, Mutiara FM
PERSPEKTIF BARU ONLINE : www.perspektifbaru.com
E-mail : yayasan@perspektifbaru.com
Hak cipta pada Yayasan Perspektif Baru, faks. (021) 722-9994, telp. (021) 727-90028 (hunting)
Comments are closed.