BeritaKaltim.Co

Belajar Bahasa Banua Bisa Lewat Handphone Lho….

apaTanjung Redeb, BERITAKALTIM.COM – Guna melestarikan kebudayaan Berau khususnya bahasa Banua melalui Program Pengembang Bahasa Banua akan segera terealisasi. Untuk anggaran program tersebut, DPRD Berau sudah memasukkan dalam draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2017 mendatang.
Meski niatan baik dari DPRD Berau itu baru akan terwujud pada tahun 2017 nanti, ternyata ada pihak tertentu yang terlebih dulu merealisasikan program tersebut dalam bentuk aplikasi mobile berbasis android “Kamus Berau”.
Aplikasi yang ditawarkan oleh EnterWind ini, merupakan versi pertama (1.0) yang diperbarui pada 22 Februari 2016 lalu. Hingga saat ini, aplikasi yang bisa didownload pada Play Store (toko resmi dari Google untuk terminal Android, di mana ia mendistribusikan film, musik, dan semua aplikasi) ini telah diunduh kurang lebih 50 pengguna android.
“Aplikasi ini didonasikan untuk menjawab kebutuhan para pecinta ragam budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan salah satu budaya Berau di mata umum bahkan dunia,” ungkap EnterWind Team, seperti yang dikutif pada deskripsi Kamus Berau di laman Play Store.
Perbendaharaan kata (kosakata) yang ada dalam aplikasi tersebut, diakui salah satu pengembang (developer) yang katanya juga orang suku asli Berau ini, masih ada kekurangan dan akan terus ditambahkan. Untuk itu, pihaknya sangat mengharapkan bantuan dari kontributor yang mau dan merasa dalam kosakata dalam aplikasi itu masih ada kesalahan dan kekurangan, agar bisa mengirim kritikan dan sarannya melalui email khusus EnterWind (berau@enterwind.com).
“Daftar kata akan terus ditambahkan. Mohon maaf atas kurangnya kosakata dari salah satu developer kami, mungkin karena beliau terlalu lama merantau dikampungnya orang,” ujar pengembang tersebut yang beralamat di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda.
Sementara itu, salah satu pengunduh, Fuad Hasan memang mempertanyakan adanya kekurangan kosakata itu.
“Binyapa cada langkap,” tulisnya, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Kenapa tidak lengkap?”
Hal berbeda diungkapkan pengunduh lainnya, Hery Gunawan dan Irfan Karyamandiri. Mereka menilai aplikasi ini bisa menjadi media yang memudahkan masyarakat untuk belajar salah satu bahasa Berau. Sekaligus, melestarikan bahasa Banua sendiri.
“Maju terus Berau. Mari belajar dan lestarikan bahasa Berau,” tulis mereka.
Sebelumnya, disampaikan anggota Komisi II DPRD Berau, Achmad Rijal, untuk mengantisipasi penggerusan budaya asli Berau khususnya bahasa Banua yang merupakan salah satu bahasa suku asli di Berau, perlu dilakukan penyusunan buku Bahasa Banua. Kedepannya, bahasa Banua itu bisa diteruskan menjadi mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) di sekolah-sekolah, mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). #MAR

Comments are closed.