BeritaKaltim.Co

Wabup Tinjau Kebakaran Hutan di Tabalar, 7 Diamankan Polisi

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau masih terus berlangsung hingga hari Selasa (17/9/) di Kecamatan Tabalar, sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Tanjung Redeb. Kondisinya cukup parah, karena sudah tiga hari kebakaran merambat sangat luas.

Karena itu, Wakil Bupati Berau, H Agus Tantomo mendatangi langsung lokasi kebakaran, untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi oleh anggota Satgas kebakaran hutan dan lahan sehingga api tidak kunjung padam.

Dari hasil pengamatannya di lapangan dan juga laporan anggota Satgas serta masyarakat yang ikut membantu upaya pemadaman, diketahui lokasi kebakaran sangat sulit diakses. Tidak diketahui secara pasti, berapa luasan area hutan yang terbakar, namun jika melihat lokasi kebakaran, seluas mata memandang area ini sudah menjadi abu, bahkan seperti lahan perkebunan yang siap ditanami sawit.

Wakil Bupati Berau, H Agus Tantomo mengatakan, aparat kepolisian telah mengamankan 7 orang yang diduga pelaku pembakaran lahan. “Pelaku sudah ditangkap 7 orang. Sekarang sudah ditahan di Polres,” ungkapnya.

Pemkab Berau menyerahkan proses hukum terhadap para pelaku ke aparat penegak hukum. “Sekarang kita fokus pada upaya pemadaman kebakaran hutan ini,” ujarnya.

Upaya pemadaman saat ini dilakukan secara gotong royong bersama aparat kepolisian, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat sekitar.

“Ada 50 warga memadamkan api menggunakan alat semprot tanaman. Mereka gunakan alat seadanya. Saya berterimakasih kepada warga yang sudah membantu. Nanti dalam rapat akan kami bahas jika memungkinkan ada dana operasional mereka. Mereka sudah berhari-hari memadamkan api tanpa bantuan,” kata Agus.

Pemadaman api juga menggunakan mobil-mobil pemadam kebakaran. Namun kendaraan-kendaraan ini tidak bisa mendekat titik api karena tidak ada akses jalan. “Jadi kami manfaatkan alat berat yang kebetulan ada di sini supaya mobil pemadam bisa lewat,” jelas Agus.

Kendala lain adalah panjang selang pemadam api. Menurut petugas di lapangan, akses menuju titik api sangat jauh dari truk pemadam. Minimal memerlukan selang pemadam sepanjang 1 kilometer.

“Kita tidak punya selang sepanjang itu,” katanya.

Agus juga menginstruksikan agar sejumlah alat berat terdekat untuk dimobilisasi ke area kebakaran hutan di Tabalar ini. Agar api tidak semakin meluas, kini Pemkab Berau mendatangkan alat berat dari Semurut, yang kini masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk membuat sekat api.

“Dengan cara inilah untuk meminimalisir makin meluasnya terjadi kebakaran hutan, jika tidak dilakukan segera penanganan seperti ini, maka bisa dipastikan api akan merembet dan kebakaran hutan makin meluas,” pungkasnya. #Mar/adv

Comments are closed.