BeritaKaltim.Co

Ratna Akan Diperjuangkan Usulan 5 Unit Truck Amrol

BERITAKALTIM.CO- Besaran sampah di tanah air yang cenderung terus bertambah tiap tahun, merupakan problem laten. Bukan semata angkanya yang terus membesar, melainkan cara penanganannya.

Sampah yang tidak tertangani dengan benar menjadi sumber pencemaran, baik di darat maupun perairan seperti sungai dan laut.

Termasuk penanganan sampah di perkotaan Bumi Batiwakkal turut menjadi perhatian anggota DPRD Berau, Ratna Kalembang. Ia mendesak Pemkab Berau dapat menambah Amrol untuk 6 Kelurahan di Kecamatan Tanjung Redeb Kabupaten Berau.

“Terkait dengan persampahan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupataen Berau pada Musrenbang kali ini saya apresiasi untuk kepala DLHK. Setiap kali saya musrenbang saya selalu menyuarakan yang namanya Tempat Pembuangan Akhir,” ungkapnya, Ratna Kalembang , baru baru ini.

Dikatakannya, kali ini ia memberikan support untuk DLHK terkait dengan beberapa unit yang disampaikan, dengan minimnya sarana dan prasarana dilapangan.

Ratna mengupayakan untuk mengawal usulan 5 unit truck amrol yang dibutuhkan untuk Kelurahan di Kecamatan Tanjung Redeb.

“Saya akan kawal terkait dengan 5 unit truck amrol ini, tolong ibu Reni kepala Bapelitbang kenapa hanya satu unit pengadaan mobil amrol. Sementara dilapangan sampah itu sangat nomer satu,” ucap Ratna ketika itu di Musrenbang Kecamatan Tanjung Redeb.

“Bayangkan saja jika satu rumah tangga di kali sekian jumlah penduduk khususnya untuk Tanjung Redeb tentunya sangat banyak produksi sampahnya. Jadi tolong dimasukkan di Musrenbang hari ini pengadaan amrol 5 unit, tiap kelurahan mendapatkan 1 tambahan, jadi ketika lewat sampahnya tidak ada lagi aroma dan penanganan sampah di Tanjung Redeb bisa teratasi,” tambah Ratna.

Sementara itu, seperti yang pernah dilansir media akhir tahun 2023 lalu, bahwa DLHK Berau masih kekurangan amrol.

Seperti yang dikemukakan Kepala Bidang Kebersihan Pengolahan Sampah dan Penanganan Limbah P3 pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Suhardi bahwa amrol sampah yang disiapkan pemerintah daerah saat ini masih kurang, terutama untuk wilayah Sambaliung.

“Amrol sampah cuma ada dua di Sambaliung, dekat puskesmas sama Limunjan. Yang di Tanjung ada enam. Belum ada pengadaan. Tak ada di ABT,” jelasnya ketika itu.
Diakui Suhardi, selain amrol yang kurang dari jumlah yang dibutuhkan, masih banyak amrol juga berada dalam kondisi rusak. Untuk menjaga agar sampah tetap ditangani dengan baik, amrol tersebut saat ini hanya bisa diperbaiki.

“Banyak yang rusak. Hanya perbaiki yang ada agar tetap mendukung operasional di lapangan,” terangnya.

Melihat kondisi itu, lanjut Suhardi, diperlukan kontribusi masyarakat untuk membantu pihaknya. Bantuan masyarakat yang tentu diharapkan yakni membuang sampah pada tempatnya dan mulai memilah mana residu sampah dan mana sampah yang bisa mendatangkan keuntungan.#ADV DPRD Berau
Reporter: ana | editor: rh

Leave A Reply

Your email address will not be published.