BeritaKaltim.Co

DPMPTSP Bontang Perkuat Pembinaan Restoran Lewat Pengawasan Berbasis Risiko

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Kota Bontang mulai mengintensifkan pengawasan sekaligus pembinaan terhadap usaha restoran dengan pendekatan berbasis risiko. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pelaku usaha memenuhi standar pelayanan dan keamanan secara berkelanjutan.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan bahwa pengawasan tidak hanya berorientasi pada penegakan aturan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas usaha kuliner di daerah.

Ia menyebut, pola pengawasan dilakukan secara berkala sesuai tingkat risiko usaha, serta dapat dilakukan sewaktu-waktu apabila terdapat laporan dari masyarakat.

“Pengawasan kami lakukan secara terjadwal berdasarkan klasifikasi usaha, namun tetap terbuka untuk pemeriksaan khusus jika ada aduan atau temuan di lapangan,” ujarnya, Jumat (21/5/2026).

Menurutnya, mekanisme pengawasan mencakup laporan rutin pelaku usaha melalui sistem OSS, serta inspeksi langsung guna memastikan kondisi operasional berjalan sesuai ketentuan.

Ia menambahkan, aspek yang diperiksa tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh kondisi fisik dan standar operasional restoran.

“Penilaian meliputi berbagai aspek, mulai dari kebersihan, sistem pengelolaan limbah, hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat,” jelasnya.

Untuk restoran dengan kategori menengah tinggi dan tinggi, pemerintah mewajibkan adanya sertifikasi usaha melalui lembaga resmi guna menjamin konsistensi penerapan standar.

Selain itu, pelaku usaha juga didorong memiliki sistem internal yang tertata, seperti prosedur operasional baku (SOP) dan mekanisme audit internal.

Aspiannur menegaskan, pendekatan yang dilakukan pemerintah tidak semata-mata penindakan, melainkan juga pembinaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

“Pendampingan tetap menjadi prioritas, terutama agar pelaku usaha kecil bisa memahami dan memenuhi standar yang ditetapkan,” katanya.

Ia berharap pelaku usaha dapat melihat pengawasan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas, bukan sebagai beban.

“Jika standar dipenuhi dengan baik, kepercayaan konsumen akan meningkat dan usaha pun bisa berkembang lebih sehat,” pungkasnya.

Lia Abdullah | Wong | ADV

Comments are closed.