BeritaKaltim.Co

DPMPTSP Bontang Siapkan Booklet Arah Investasi, Dorong Iklim Kompetitif dan Berkelanjutan

BERITAKALTIM.CO – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang tengah menyusun materi untuk pembuatan booklet yang akan menjadi panduan arah kebijakan investasi daerah.

Booklet tersebut mengusung judul “Arah Kebijakan dan Strategi Penguatan Iklim Investasi Kota Bontang” dengan tema penguatan iklim investasi yang kompetitif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Pejabat Fungsional Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP, Karel, menjelaskan bahwa penyusunan booklet ini bertujuan memberikan gambaran utuh kepada calon investor mengenai potensi dan arah pembangunan investasi di Kota Bontang.

Menurutnya, inti dari booklet ini adalah membangun iklim investasi yang sehat dan kompetitif, namun tetap memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal serta mendorong transisi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon.

“Melalui booklet ini, kami ingin memberikan kepastian informasi kepada investor sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Jumat (22/5/2026).

Ia menambahkan, booklet tersebut juga diarahkan untuk menarik minat investor pada sektor-sektor prioritas yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Bontang.

Lebih lanjut, Karel mengungkapkan bahwa penyusunan booklet ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan dan minat investasi, sekaligus mempercepat proses perizinan melalui informasi yang lebih terstruktur dan mudah diakses.

“Harapannya, investor tidak lagi kesulitan memahami alur dan peluang investasi di Bontang. Semua informasi dirangkum secara jelas dalam satu dokumen,” jelasnya.

Tak hanya itu, booklet ini juga diharapkan dapat memperkuat kemitraan antara perusahaan besar dengan pelaku UMKM lokal, serta mendorong peningkatan realisasi investasi di sektor non industri berat.

Selain sebagai media promosi, booklet tersebut juga akan memuat sosialisasi regulasi terbaru, sekaligus merangsang tumbuhnya industri baru di luar sektor migas dan kimia, khususnya industri hilirisasi.

Karel menambahkan, salah satu fokus utama yang diangkat adalah menjadikan kawasan peruntukan industri Bontang Lestari sebagai percontohan kawasan industri hijau di masa depan.

“Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.

Comments are closed.